Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

HUTANG HARIAN

lagi iseng baca-baca web nya ust yusuf mansyur, sebenarnya bukan hanya sekedar iseng aja, tapi emang diniatkan sedang mencari pencerahan, untuk membangkitkan motivasi diri karena jujur emang lagi butuh banyak motivasi biar gak nge-down (habisnya nunggu disemangatin ama kamu, eh kamunya malah gak peka --" *gkbenerankok*), selain itu juga pengin nambahin wawasan ilmu ku yang bener-bener masih dangkal, cetek kayak kubangan air yang suka buat kecehan ama anak kecil itu, hee ya pokoknya masih ngrasa apalah banget lah dibanding ama kamu  ah udah sedih gue. lagi berusaha nyari bahan buat nge-charger iman juga , biar ibadahnya tambah semangat, istiqomah nya bener-bener. maka dari itu aku suka ngestalkin akun orang-orang yang suka menyelimpkan dakwah nya lewat kata.  nah, setelah baca beberapa artikel terus nemu hadist kek gini Setiap persendian tubuh atau ruas tulang, harus ada sedekahnya. Dan Allah cukupkan dengan shalat sunnah dhuha 2 rokaat . . Mengingatkan diri bahwa ji...

KEJUJURAN

Izinkan aku mengenalmu, untuk kesekian kalinya. Aku ingin mendengar nada bicara dan suaramu ketika mengenalkan diri: siapa namamu, dari mana kau berasal, apa yang kau suka dan yang tidak. Aku ingin merasakan kembali indahnya dunia ketika waktu seketika berhenti, dan semesta seolah menghentikan semua aktivitas yang ditakdirkan pada mereka hanya untuk mendengarkanmu bicara—aku, tak terkecuali. Bagaimana sebenarnya kejujuran bekerja dalam cinta? Ketika kita memutuskan untuk saling menjauh justru ketika raga ini mendamba kedekatan. Ketika rindu, seberapapun pekatnya tetap saja tak tersampaikan. Ya, sejak pertama aku mengenalmu, aku percaya bahwa kejujuran tak pernah benar-benar belaku dalam cinta. Kadang kita menjadi hamba bagi sebuah kepura-puraan—menipu diri dengan rekaan-rekaan yang kita ciptakan sendiri. Tak berdarah bukan berarti tiada luka, sebagaimana menangis tak selamanya harus berair mata. Bodohnya, kita bersepakat untuk merasakannya berhari-hari. Menikmati luka yang...

SEPOTONG KISAH DALAM CATATAN JALAN DAKWAH

Kini aku berbaur di lingkungan yang memaksa keimananku berkerja ekstra, keistiqomahan berkali-kali ditempa, diuji kadarnya. kadang aku masih bisa bersabar, masih bisa kokoh, tapi tak jarang juga kadang diri ini goyah. saat itulah aku takut terseret akan pesona dunia yang membuat lalai, aku takut terjatuh dalam lubang hitam yang membawaku pada lemahnya iman, matinya hati, dan kufur akan nikmat. sungguh aku berlindung pada NYa dari semua itu. maka saat diri ini mulai goyah, aku segera berlari mencari lagi kekuatan untuk iman, jangan kau pikir semua ini mudah, aku berlari penuh lelah, bahkan terengah-engah, kadang pula terjatuh. tapi kekuatan iman tetap harus aku cari, baik dengan memperbaiki ketaatan  juga mencari lagi lebih banyak bekal keilmuan.  pada saat-sat tertentu aku memilih diam dalam muhasabah, mengingat lagi apa tujuan sebenarnya dalam hidup? mengingat lagi akan maut yang kapan saja bisa datang? usia yang entah sampai kapan sudah siap kah aku? hingga pantas untu...

"Mayoritas Yang Di-Minoritaskan..."

"Mayoritas Yang Di-Minoritaskan..." Kami mau berpuasa, diminta menghargai yang tidak puasa.. Kami mau mendengar lantunan ayat suci Al-Quran, kakek renta itu menyebut "polusi suara".. Kami mau takbir keliling, dihambat dengan berbagai alasan.. Kami mau merayakan hari kemenangan, masjid dibakar.. Kami meminta hak kami, disebut Gak Toleransi Kami membela diri, disebut Teroris Kami diserang, Media Bungkam Mereka kena gores sedikit, Beritanya sampai ke Ujung Dunia Mereka yang jelas menyerang, disebut "Hanya Oknum" Sungguh Kebathilan yang sangat NYATA Itukah Hasil Revolusi-mu? Kemanakah HAM dan Toleransi-mu? Kemanakah "Barisan Penjaga Bulan Desember" itu, sehingga tempat ibadah sendiri pun tidak dijaga ? Apakah sudah terlalu kenyang tertidur sehingga tak tau masjid dibakar ? Kami bangga dengan ilmunya AA GYM Kami bangga dengan Dzikrullahnya ARIFIN ILHAM Kami bangga dengan motivasinya YUSUF MANSYUR Kami bangga dengan kepolosannya...