rasanya rindu lama tak bermain dengan diksi, lama tak menggores puisi aku yang terlalu sibuk, hingga hilang waktuku bersama pena kata atau aku saja yang enggan untuk mengajaknya menari dalam rangkain sajak entah akhir-akhir ini kataku sering bungkam hilang kobar semangat yang dulu redup gelora yang pernah bersemayam apa karena dia telah pergi dari kisahku? ah bukan, aku menulis bukan karena dia, dirinya memang turut menyumbangkan warna dalam sajak-sajak ku, tapi sungguh aku menulis bukan untuk nya, ataupun karena nya. sebelum dirinya datang aku sudah mencintai kata-kata aku sudah melebur bersama sajak-sajak karanganku jadi, bukan alasan kepergiaannya membuatku berhenti menulis. seharusnya sedih dan duka itu mampu jadi penguat prosa baiklah,... biarkan aku menyadari bahwa aku menulis adalah sebuah tugas, yang dimana disetiap gores kataku ada amanah dakwah yang harus disampaikan, ada syiar kebenaran yang terkadang tersamarkan oleh dunia biarkan aku megartikan ...