Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013
desiran lembut bak angin malam tiupkan gejolak rindu pada kekosongan hati tepiskan gelayut kesunyian hadirkan nada paa hati yang bergemuruh berselubung di balik senyum merona saat gelora tak tertahankan menyapa merekah indah bagai bunga mekar meluncur deras bak komet menderu merasuki semua relung qolbu menggetarkan degup jantung berdebar goresan ini tak mampu lagi untuk melukiskan keindahan yang tak trgambarkan bibir ini kelu hanya untuk sekedar  mengunkapkan hai ini terlalu deras bergetar untuk menyadari itulah cinta sebuah rasa yang entah kenapa terlalu sulit untuk di mengerti terasa begitu aneh mendesir mengalihkan semua suasana yang ada 5arah......

selamat tinggal Zaid

Selamat Tinggal Zaid............!!!                  Aku kembali menyeka kedua ujung mataku. Wajah Zaid terus terbayang-banyang di pikiranku. Sungguh aku tak bisa melupakannya. Itu sangat sulit. Bagaimana aku bisa melupakannya, seseorang yang amat ku cintai, seseorang yang selama ini mampu membuatku bertahan menunaikan mimpi, yang jadi warna di setiap hariku. Muhama ad Zaidan, ya itulah nama anak itu. Adik satu-satunya yang ku miliki, dan mungkin hanya dialah sanak saudara ku yang masih tersisa (dan sekarang tidak lagi) . Zaid amatlah pandai, bahkan aku tidak sepaindai dia , kemammpuannya menghafal al-Qur’an memang sungguh sangat luar bisa, tak perlu di ragukan . Dialah sang generasi qurani, yang siap tumbuhkan peradaban yang telah lama terkulai. Ad-dinul islam.                  Zaid memang berbeda dengan anak-anak la...