Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

PUISI CINTA ALA MATEMATIKA DAN FISIKA

PUISI CINTA ALA MATEMATIKA DAN FISIKA Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet yang berinduksi di antara kita Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2 Ah tak sebanding dengan momen cintaku… Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro… Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas… Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya Energi kinetik cintaku = -mv~ Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi hukum kekekalan di antara kita Lihat hukum cinta kita Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang...

MUSLIMAH ITU KUDU KALEM?

Muslimah itu kudu kalem.. sempet beropini begitu, bahwa muslimah yang ideal itu muslimah yang kalem, yang anggun, lembut, diem, mingkem, gak kebanyakan tingkah. weh pokonya kalem jaim gitu deh.. sempet juga pernah berusaha untuk menjadi orang lain, ada seorang kk yang jadi figur akhwat ideal buat aku. orang nya kalem, pendiem, klo jalan pelan2 lemah lembut banget, kata-kata nya cantik, parasnya ayu. weh, pokonya bagiku dia tuh mencirminkan akhwat sejati yang kaffah. pengin kayak gitu, karena waktu itu gue mikir emang seorang muslimah harusnya gitu, anggun diliatnya. gue nyoba, buat jadi kalem. sejam, dua jam, lima jam, sehari...... dua hari, tiga hari.... lumayan bisa, tapi seterusnya...... gue nyerah deh heheh  alhasil, gue gak kuat. heheh, melambaikan tangan ke kamera, so, aku ini bukan tipe akhwat, yang suka diem mingkem udah. aku akhwat dengan pembawaan supel, seneng ngomong, seneng ngritik, penuh eskpresi apalagi sejak masuk club puisi sastra ningratnya pak nanang hehe...

TERJEBAK ISTILAH 'CINTA DALAM DIAM' ?

Terjebak istilah “Cinta dalam Diam” ? posted in Menyangkut cinta, Renungan “Diam, inilah caraku mencintaimu karena-Nya” Hmm begitulah semboyan yang lagi nge-trend dikalangan para muslimah. Mencintai dalam diam itu seperti apa sih? Apakah hanya sebatas dengan tidak memberitahukan pada ‘dia’ tentang perasaan kita? Ataukah sebatas memandanginya dari jauh? Apakah cinta dalam diam itu, menundukan pandangan saat terlihat tapi curi-curi pandang saat ia sudah lewat? Apakah cinta dalam diam itu, menghapus namanya di kontak namun mematrinya di otak? Apakah cinta dalam diam itu, menjaga hijab dengannya di dunia nyata namun melepas semuanya ketika di dunia maya? Apakah cinta dalam diam itu, pura-pura benci di dunia nyata tapi kepoin sosmednya setiap saat? Apakah cinta dalam diam itu, berusaha menjauhinya namun sms,bbm, komen,chat dengannya hingga larut malam? Apakah cinta dalam diam itu, berdalih ada keperluan padahal hanya ingin tahu keadaannya? Apakah cinta dalam diam itu, merahasiakan perasaa...

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...