Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...

MAAFkan

dalam buai sunyi aku tertunduk pilu tergugu bersama peliknya asa dalamnya rasa telah tergali  bersama harap yang terus terangkai tapi semua hanyalah fana yang berujung  pada luka hati nan perih padahal dulu indah dan bahagia  kini hanya menyisakan kisah dalam kenang maafkan karena coret tintanku telah berani terasir di lembarmu mengguratkan lika-liku goresan penuh warna menyisakan cerita kenangan yang terngiang maafkan karena rinduku telah lancang mengampiri sosokumu menimbulkan noda pada setitik rasa yang harusnya dijaga menumbuhkan harap yang tak lagi biasa aku terbujuk untuk terus percaya akan bisikan yang menelusup pada hati maafkan karena geming suaraku sempat mengisi melodi nyanyianmu mengalun diderap langkahmu terselip disela canda dan tawa mu maafkan aku telah melukiskan kenangan dilembarmu merendra harap dan rindu pada sosokmu ikut bernada dalam  senandungmu....  maafkan.... seharusnya... aku tetap tertunduk dalam diam ...

KAU DISANA DAN AKU DISINI

terpisahkan akan jarak yang entah kapan akan usai waktu yang tak akan tahu kapan akan bisa bersatu menyatukan raga kita tapi sendari dulu aku tak pernah mempermasalahkan sebarapa jauh raga kita terpisah seberapa tega jarak membentang selama apa waktu kan mengulur masa nya yang terpenting ukhuwah itu akan tetap kokoh berdiri gagah mengalahkan tega nya bentangan jarak meringkas waktu dengan ketangguhannya kau disana aku disini terpisah akan perbedaan, masa, dan kondisi tapi yakinlah doa kita telah menyatu di langitNYa tatkala kau dan aku  sama-sama berdiam dalam tangis di ujung sajadah sepertiga malam bibir bergetar melantunkan deretan harap, diri mengahamba sepenuhnya dalam sujud kau disana dengan segala tempaan yang mulia terkurung dalam penjara suci kondisi yang terkendali bergabung dengan insan-insan pilihan tapi juga dengan deret cobaan terjal rintangan yang belum aku fahami karena kita memang berbeda kondisi dan aku disini dengan segala realita umma...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...