Sampai kapan kau bertahan? Hanya mampu tersandar pada papan tentram Bak tua renta menikmati detik waktu Tanpa tindak, songsong kemuliaan Tanpa gerak, jemput impian Tangan menopang asa, tapi hati enggan kau rubah Sampai kapan kau kuat kan mengadu? Kala tatap tak lagi acuh pada pergolakan Telinga tak lagi dengan kicau nurani Gerak langkah tiada terarah Menyisakan buliran tentram Nyenyak dalam belaian zaman Tunaikan nyaman, hilang usaha Sampai kapan kau mampu bertalu? Rajutan beribu nada kini hilang harmoni Untaian kata pun hambar disenandungkan Pula ikatan batin tlah kau singkirkan Dan kini mimpi hanyalah bayang semu Laik mendung kian pekat mencekam Pelangi beranjak menjauh beriringan Belum cukupkah tangis pertiwi mengoyak batinmu? Kau tidur dalam nyenyak di ruang waktu Tersembunyikan malu Kala pagi mengejek dengan kokok lan...