Langsung ke konten utama

REVOLUSI MENTAL



Sampai kapan kau bertahan? 
Hanya mampu tersandar pada papan tentram
 Bak tua renta menikmati detik waktu 
Tanpa tindak, songsong kemuliaan
 Tanpa gerak, jemput impian
 Tangan menopang asa, tapi hati enggan kau rubah


 Sampai kapan kau kuat kan mengadu? 
Kala tatap tak lagi acuh pada pergolakan
 Telinga tak lagi dengan kicau nurani
 Gerak langkah tiada terarah 
Menyisakan buliran tentram
 Nyenyak dalam belaian zaman
 Tunaikan nyaman, hilang usaha

 Sampai kapan kau mampu bertalu? 
Rajutan beribu nada kini hilang harmoni
 Untaian kata pun hambar disenandungkan
 Pula ikatan batin tlah kau singkirkan
 Dan kini mimpi hanyalah bayang semu 
Laik mendung kian pekat mencekam
 Pelangi beranjak menjauh beriringan

 Belum cukupkah tangis pertiwi mengoyak batinmu? 
Kau tidur dalam nyenyak di ruang waktu 
Tersembunyikan malu
 Kala pagi mengejek dengan kokok lantangnya 
Berselimut mimpi yang masih rapat menutupi
 Belum terlambat, Teman!
 Sebelum ia benar-benar membunuh
 Menikam hingga binasa
 Menjadikanmu sosok hidup
 Dengan ruh tanpa arti
 Kini, Selagi masih ada sempat
 Selagi waktu masih berkawan
 Jangan siakan luang yang ada
 Saat tanya kembali menggema
 Jawablah tegas dengan ikrar 
Bak petarung tangguh 
Dan ketika pertiwi memanggil 
 Bangun...Bangkit...Berlarilah... 
hancurkan pesona fatamorgana yang mengimingi 
hilangkan semu bayang tak jelas rupa
 Negeri ini memekikkan namamu
 Singsingkan lenganmu sampai kebahu 
Acungkan kepalan jari 
Biarkan penopang langkahmu itu bumi
 Dan langit yang menaungi
 Dengan deret doa terlantun tak henti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...