Langsung ke konten utama

BE A MUSLIM TEENAGER!


Be A Muslim Teenager!

Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab  nantinya  kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua anggota kita kan menjawab tanpa ada kedustaan disana. Bagaimana jika tangan kita menjawab, “masa muda saya di gunakann manusia ini untuk sibuk berselancar di dunia maya, memegang yang bukan makhromnya, amat kikir dalam memberi, terlalu malas untuk meegang mushab, lebih sering pegang gadget, tak bisa memberi konstribusi untuk umat” nah, lo kalo tangan dah berbicara seperti itu, mau apa kita, tinggal menunggu waktu saja untuk merasakan panasnya jahanam. Na,udzubillah…. Tapi alangkah indahnya jika tangan kita menjawab “ masa muda saya digunakan manusia ini untuk senantiasa menulis syiar, memberi kepada sesama, ringan untuk membantu, gemar untuk memegang mushab, dan senantiasa memberikan konstribusi nyata untuk ummat” alangkah bahagianya jika tangan kita esok kan bekata demikian.
Remaja muslim, bukanlah remaja yang akan menyia-nyiakan waktunya hanya untuk bersenang-senang, bukan juga yang memilih untuk menikmati khidupan. Remaja muslim adalah ia yang memilih hidup nya unuk berjuang. Menyibukan dirinya dengan urusan ummat.Terus menggoreskan prestasi dan konstribusi yang nyata. Yang lebih banyak bertindak dari pada membual. Remaja islam itu seperti Thahlah bin Ubaidillah diusianya yang baru 16 tahun sudah berhasil menjadi pembesar utama barisan islam di mekah, menjadi singa podium, atau lihatlah  Al-Arqom bin Abil Arqam Al-Makhzumi yang diusia yang sama sudah berani mengambil resiko yang amat besar untuk menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah islam selama 13 tahun, itu bukanlah hal yang mudah saat itu, sebab bahaya kan terus membayangi. Tapi Arqom, telah menaruhkan semua hidupnya untuk jalan dakwah islam, tak peduli walau bahaya bisa datang kapan saja. Tak ada satupun sahabat rosululloh yang menggunakan masa remajanya dengan kesia-siaan, mereka mengisinya dengan belajar, berlatih dan berjuang. Atau lihatlah  kepribadian Muhammad Al-fatih yang sejak usianya menginjak baligh ia tak pernah sekalipun meninggalakan sholat fardu berjamaah, sekaligus beserta sunah rowatib nya, sujudnya tak pernah lalai dari sepertiga malamnya.Lalu bagaimana dengan kita???
Jika sekarang kebanyakan remaja Indonesia sibuk dengan gadget dunia maya, teknologi yang melenakan, film-film yang membodohkan, dan music-music yang penuh dengan kejahiliahan. Cobalah tengok saudara-saudara kita dipalestin, Suriah, Rohingya sana. Masa remaja mereka telah disibukan untuk berlatih senjata, telinga mereka sudah mulai terbiasakan akan suara tembakan dan dentuman, mata mereka sudah terbiasa dengan pemandangan pilu, darah dan raga-raga yang tak benyawa. Bagaimana perbandingan dengan kita sekarang???
Masih ada waktu untuk memperbaiki. Masih ada waktu untuk menjadi remaja muslim yang sejati. Memulai dari hal yang sederhana, mempelajari dasar-dasar. Memperbaiki diri secara kaffah. Memulai dari diri kita sendiri. Memperbaiki sholat kita, pakean kita, berjilbab dengan syar’i, karena jilbab sejatinya adalah perintahNya yang nyata, bukan hanya untuk sekedar bergaya, salah besar jika kita jadikan jilbab kita hanya untuk sekedar bergaya, untuk modis sehingga memakainya tanpa aturan ketentuan dalam islam, tapi malah mengikuti trand masa kini. Begitu juga dengan budaya pacaran yang tengah menjamur. Sudah sepantasnya hal-hal seperti itu kita kikis, hilangkan dari kehidupan remaja. Pacaran adalah kesia-sian belaka, hanya untuk orang-orang yang tak bekomitmen. Pintu gerbang menuju perzinaan. Bukanlah jalan yang ditempuh oleh para  pencinta sejati.
Remaja muslim, harus senantiasa berusaha untuk memberi pada ummat, berkumpul bersama oang-orang yang sholeh, mencintai masjid sebagai tempat untuk majlis, turut berjuang dalam mengembalikan kejayaan. Senantiasa taat pada apa yang telah disyariatkan. Karena sejatinya tugas kita sebagai manusia adalah beribadah kepada –Nya, dan menjadi kholifah di muka bumi ini. Be a muslim teenager! Young today leader tomorrow!
By; @5_arah07


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...