Langsung ke konten utama

Postingan

KKN UNS TANGGAP COVID-19 “Pendampingan Masyarakat RT 01 RW 01 Desa Karangjambu dalam Menghadapi Wabah Covid-19”

KKN UNS TANGGAP COVID-19 “Pendampingan Masyarakat RT 01 RW 01 Desa Karangjambu dalam Menghadapi Wabah Covid-19”            Kebumen (7/20) UNS kali ini tetap mengadakan KKN di masa pandemi dengan berbagai prosedur yang berbeda dengan KKN sebelumnya. KKN era covid kali ini dilakukan secara individu di daerah mahasiswanya masing-masing. KKN Era Covid-19 Batch II ini diikuti oleh 2.045 mahasiswa dan secara simbolis dilepaskan oleh Mentri Desa PTT melalui daring pada 15 Mei 2020. Stya Rahma salah satu mahasiswa KKN di bawah bimbingan Dr. Agus Supriyanto, S.Si.,M.Si, yang tergabung dalam kelompok 88 KKN COVID UNS membuat beberapa kegiataan yang bertujuan untuk   mengedukasi, dan   mengurangi ersebaran covid lebih tepatnya di desa Karangjambu Rt01 / Rw 01. Diantaranya sebagai berikut. KKN ini dapat terlaksana dengan beberapa program kegiatan yang dilatarbelakangi karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat setempat mengenai ba...
Postingan terbaru

BERMULA SAPA

BERMULA SAPA Mei 26, 2017 hati yang berdebar, tak seiring rima bagai derap yang bubar, bagai langkah kaki yang saling mengejar, tak teratur, tapi terus menderu. bergejolak dalam degup yang gagap. itu aku.... itu hatiku itu jantungku kala sapa mu menyapa lalu bibir yang kaku, kata yang tersekat, kelu yang tak dibuat, di tambah rona merah yang merekah di pipi yang sudah sendari tadi mengembang menahan senyum malu. ah, itu juga aku itu diriku itu wajahku saat senyummu menyapa..... karena itu... karena aku tahu, dada ini belum mampu menahan gejolaknya, yang berlarian dalam euforia pesona sapaanmu, karena aku tahu hati ini masih susah untuk mereda dalam keteduhan senyummu. karena aku tahu, muka ku amat sangat kacau saat kau lempar senyum itu, wajahku susah mengkondisikan rona merahnya, wajahku susah untuk menyembunyikan  bahwa ada bahagia yang amat teramat disana. wajahku tak bisa b...

JANGAN KUBUR RAMADHAN

JANGAN KUBUR RAMADHAN! . Kita barangkali tersentak seraya berujar: “Ya ampun ramadhan datang lagi… tidak terasa ya? Perasaan baru kemarin lebaran” Ada tiga golongan sikap manusia ketika menghadapi ramadhan. Golongan pertama adalah golongan yang acuh tak acuh. Kedatangan ramadhan tak menggelitik jiwanya. Tak ada yang berubah dalam ritme kehidupannya, paling-paling beberapa jadwal yang mesti ditata ulang. Jadwal makan (tetap sering, cuma waktunya saja yang disiasati) , jadwal bangun tidur (bisa nyambung tidur habis sahur), jadwal kerja (dipotong dengan alasan: maaf, saya sedang berpuasa). Kedatangan ramadhan tak ubahnya seperti sosok tamu yang terlampau biasa. Golongan yang kedua, adalah golongan yang melakukan persiapan untuk menghadapi ramadhan. Dan selayaknya namanya: ‘menghadapi’, maka baginya kedatangan Ramadhan lebih seperti kehadiran seorang musuh. Ramadhan memang disambut, tapi disambut dengan muka masam. Atau kalaupun tersenyum, hanyalah basa-basi seraya menelan ludah. N...

kepada hati

bagaimana rasanya masih sendiri? disaat teman-teman yang lain sudah menggandeng tangan terkasihnya bagaimana rasanya sendiri? berteman sepi.. bersenandung rindu.. bersajak sendu.. ah, iya aku paham, itu pasti tidak menyenangkan ada sesak dalam kekosongan yang entah sampai kapan akan bersudah ada rindu pada sosok yang juga masih tak tahu siapa kau hanya percaya dia ada walau soal deret nama masih amat sangat abu-abu kau merindukan kehadiran yang mampu menenangkan kehadiran yang mampu menghentikan tangis dengan senyum yang manis kehadiran yang mampu menjawab doa doa malam mu kehadiran yang entah kapan dan siapa..... maka pada hati yang merindu tak usah larut dalam khayal rindu itu tak akan kekal hanya perlu bersabar pada waktu yang kan membawa pada temu,obat dari segala kerinduan maka pada yang merindu jangan kau salahkan rindu mu,  yang kadang buatmu sesak dalam detak jangan salahkan rindumu yang kadang buatmu merana dalam ketidakberdayaan tapi coba tuding...

SEPOTONG KISAH 04 (pejuang hijab)

bismillah.. izinkan aku menyapa kalian dengan gores kisahku, sebenarnya ini bukan tentang aku, kalian masih ingat dengan holaqoh Bidadari-Bidadari Surga, jika belum silahkan baca postinganku yang satu ini  http://rahmagaritma.blogspot.co.id/2016/04/sepotong-kisah-03.html , ya, aku ingin bercerita tentang mereka lagi. kami yang tadinya beranggotakan sebelas orang, yang semuanya adalah anak rohis, kini kami beranak pinak, eh maksudnya bertambah jumlahanggotanya :v, emhh sekitar ada 20 orangan lah, dan bisa lebih soalnya  biasanya dapat transferan anggota dari holaqoh sebelah. sebenarnya anggota tambahan lebih banyak yang datang dari luar rohis, dan ini menurutku lebih menarik. ini menunjukan semangat anak-anak smansago untuk mengenal islam lebih dekat, semangat  untuk bersama-sama dalam langkah hijrah, bukan dari kalangan rohis saja. dan sebenarnya tahun ini aku juga sudah bukan anak rohis sih, naik tingkat menjadi dewan syuro :v jadi sudah tidak turun tangan dalam k...

Aku telah memilih

Ini bukan tentang derita dalam luka merana Bukan sakit yang terkhianati akan janji tak tertepati Bukan kah kita sudah sama-sama mencoba menunaikannya, Tapi tak jua menemukan titik temu Hingga kita memutuskan untuk melupakan semua janji yang pernah terikrar di antara kita Sebuah janji yang sebenarnya kala itu tak perlu terucap Sebuah janji yang memang tak sah dalam ridhoNya Jadi memang sudah seharusnya dilupa Ini adalah sebuah resiko masing-masing dari kita Ingin sekali membrontak akan rasa pedih yang teramat menyayat Berteriak marah padamu yang seketika berubah jahat dalam pandangan hatiku  Tapi juga masih ingin Menangis sejadi-jadinya dalam pelukmu Entah biar kau tahu saja luka itu tak sesederhana nasehatmu 'nanti akan sembuh' Ah, tapi itu bukan aku Sebab aku sudah memilih hal lain untuk menenangkan Aku sudah memilih hal lain untuk menyembuhkan Walau belum kokoh berdiri Tapi setidaknya aku sudah mulai dalam bangkitku Apakah aku dendam? Tidak, itu hanya a...

SUARA HATI part 2 (edisi pelajar tingkat akhir)

hy, gimna rasanya jadi pelajar tingkat akhir? cie, udah mau lulus... sudah sampai mana persiapan UN nya? besok mau lanjut kuliah dimana?ambil jurusan apa? habis lulus, mau langsung nikah ya rah? (ada juga dari temen-temen yang nanya gitu -_-) ya itu setidaknya deret pertanyaan yang sering menyapaku. gimana rasanya jadi pelajar tingkat akhir?. ah entah. campur aduk pokoknya, seneng kalo ternyata sebentar lagi udah mau lulus, udah mau jadi mba-mba mahasiswa, meninggalkan dunia putih abu-abu menuju kehidupan yang lebih menantang lagi. tapi entah ada sedih yang turut berselimut juga. bahwa ternyata banyak ujian yang kudu di lewati. ya iyalah, namanya juga hidup, gak semulus jalan tol juga kali... aku bukan anak dengan tipe yang rajin belajar, hawah liburan ini buku-buku mapel ku pun tak tersentuh, tapi tak apa lah yangpenting Al-qurannya tetep dibaca dan di amalkan. belajar sks, atau sistem kebut semalam, ya itu kayaknya udah jadi sistem belajrku sejak smp dulu, gak baik, dan ja...