Langsung ke konten utama

Aku telah memilih

Ini bukan tentang derita dalam luka merana
Bukan sakit yang terkhianati akan janji tak tertepati
Bukan kah kita sudah sama-sama mencoba menunaikannya,
Tapi tak jua menemukan titik temu
Hingga kita memutuskan untuk melupakan semua janji yang pernah terikrar di antara kita
Sebuah janji yang sebenarnya kala itu tak perlu terucap
Sebuah janji yang memang tak sah dalam ridhoNya
Jadi memang sudah seharusnya dilupa

Ini adalah sebuah resiko masing-masing dari kita
Ingin sekali membrontak akan rasa pedih yang teramat menyayat
Berteriak marah padamu yang seketika berubah jahat dalam pandangan hatiku
 Tapi juga masih ingin Menangis sejadi-jadinya dalam pelukmu
Entah biar kau tahu saja luka itu tak sesederhana nasehatmu 'nanti akan sembuh'


Ah, tapi itu bukan aku
Sebab aku sudah memilih hal lain untuk menenangkan
Aku sudah memilih hal lain untuk menyembuhkan
Walau belum kokoh berdiri
Tapi setidaknya aku sudah mulai dalam bangkitku

Apakah aku dendam?
Tidak, itu hanya akan menambah buruk apa yang kini sudah buruk

Apakah aku jadi membencimu?
Tidak juga, buat apa?
Itu hanya akan semakin menyiksa,

Apakah aku telah melupakanmu?
Tidak, bagaimana mungkin seseorang bisa lupa akan cerita yang pernah mengakar pada hati.

Aku hanya butuh waktu untuk menyembuhkan luka
Aku memilih menerima ketimbang melupakan
Aku memilih terisak dalam sujud dari pada membrontak akan kenyataan
Aku memilih banyak kesibukan dari pada berkutat dalam kenangan
Aku memilih memperbaiki semua dari awal, dari pada meneruskan apa yang keliru
Aku memilih sendiri dalam sepi, dari pada berdua dalam dosa
Aku memilih untuk menyiapkan bekal sebanyak banyak nya , agar kelak aku layak ada disampinya
Aku memilih menunggu seseorang yang akan menyembuhkan luka duka ku menjadi tawa bahagiaku dalam hembus keridhoan Nya
Menunggu seseorang yang tentu lebih baik darimu,
Seseorang yang tak membuat hatiku menangis tapi yang mengapus tangis






Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...