Ini bukan tentang derita dalam luka merana
Bukan sakit yang terkhianati akan janji tak tertepati
Bukan kah kita sudah sama-sama mencoba menunaikannya,
Tapi tak jua menemukan titik temu
Hingga kita memutuskan untuk melupakan semua janji yang pernah terikrar di antara kita
Sebuah janji yang sebenarnya kala itu tak perlu terucap
Sebuah janji yang memang tak sah dalam ridhoNya
Jadi memang sudah seharusnya dilupa
Ini adalah sebuah resiko masing-masing dari kita
Ingin sekali membrontak akan rasa pedih yang teramat menyayat
Berteriak marah padamu yang seketika berubah jahat dalam pandangan hatiku
Tapi juga masih ingin Menangis sejadi-jadinya dalam pelukmu
Entah biar kau tahu saja luka itu tak sesederhana nasehatmu 'nanti akan sembuh'
Ah, tapi itu bukan aku
Sebab aku sudah memilih hal lain untuk menenangkan
Aku sudah memilih hal lain untuk menyembuhkan
Walau belum kokoh berdiri
Tapi setidaknya aku sudah mulai dalam bangkitku
Apakah aku dendam?
Tidak, itu hanya akan menambah buruk apa yang kini sudah buruk
Apakah aku jadi membencimu?
Tidak juga, buat apa?
Itu hanya akan semakin menyiksa,
Apakah aku telah melupakanmu?
Tidak, bagaimana mungkin seseorang bisa lupa akan cerita yang pernah mengakar pada hati.
Aku hanya butuh waktu untuk menyembuhkan luka
Aku memilih menerima ketimbang melupakan
Aku memilih terisak dalam sujud dari pada membrontak akan kenyataan
Aku memilih banyak kesibukan dari pada berkutat dalam kenangan
Aku memilih memperbaiki semua dari awal, dari pada meneruskan apa yang keliru
Aku memilih sendiri dalam sepi, dari pada berdua dalam dosa
Aku memilih untuk menyiapkan bekal sebanyak banyak nya , agar kelak aku layak ada disampinya
Aku memilih menunggu seseorang yang akan menyembuhkan luka duka ku menjadi tawa bahagiaku dalam hembus keridhoan Nya
Menunggu seseorang yang tentu lebih baik darimu,
Seseorang yang tak membuat hatiku menangis tapi yang mengapus tangis
Bukan sakit yang terkhianati akan janji tak tertepati
Bukan kah kita sudah sama-sama mencoba menunaikannya,
Tapi tak jua menemukan titik temu
Hingga kita memutuskan untuk melupakan semua janji yang pernah terikrar di antara kita
Sebuah janji yang sebenarnya kala itu tak perlu terucap
Sebuah janji yang memang tak sah dalam ridhoNya
Jadi memang sudah seharusnya dilupa
Ini adalah sebuah resiko masing-masing dari kita
Ingin sekali membrontak akan rasa pedih yang teramat menyayat
Berteriak marah padamu yang seketika berubah jahat dalam pandangan hatiku
Tapi juga masih ingin Menangis sejadi-jadinya dalam pelukmu
Entah biar kau tahu saja luka itu tak sesederhana nasehatmu 'nanti akan sembuh'
Ah, tapi itu bukan aku
Sebab aku sudah memilih hal lain untuk menenangkan
Aku sudah memilih hal lain untuk menyembuhkan
Walau belum kokoh berdiri
Tapi setidaknya aku sudah mulai dalam bangkitku
Apakah aku dendam?
Tidak, itu hanya akan menambah buruk apa yang kini sudah buruk
Apakah aku jadi membencimu?
Tidak juga, buat apa?
Itu hanya akan semakin menyiksa,
Apakah aku telah melupakanmu?
Tidak, bagaimana mungkin seseorang bisa lupa akan cerita yang pernah mengakar pada hati.
Aku hanya butuh waktu untuk menyembuhkan luka
Aku memilih menerima ketimbang melupakan
Aku memilih terisak dalam sujud dari pada membrontak akan kenyataan
Aku memilih banyak kesibukan dari pada berkutat dalam kenangan
Aku memilih memperbaiki semua dari awal, dari pada meneruskan apa yang keliru
Aku memilih sendiri dalam sepi, dari pada berdua dalam dosa
Aku memilih untuk menyiapkan bekal sebanyak banyak nya , agar kelak aku layak ada disampinya
Aku memilih menunggu seseorang yang akan menyembuhkan luka duka ku menjadi tawa bahagiaku dalam hembus keridhoan Nya
Menunggu seseorang yang tentu lebih baik darimu,
Seseorang yang tak membuat hatiku menangis tapi yang mengapus tangis
Komentar
Posting Komentar