Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

BOLEHKAH, AKU MENANGIS (disisimu) ??? (part 02)

ini untuk kesekian kalinya aku berdiri disini. menatap senja entah yang keberapa ribu kalinya menyaksikan sinarnya yang perlahan hilang dikaki cakrawala. senja yang memerah itu  seakan hendak bercerita tentang lukanya yang terbakar. senja yang tua seakan ingin memberikan petuah soal waktu, dan lelahnya menunggu. senja memang tak pernah berkata apapun, aku lah yang sibuk bercerita, aku  yang sibuk menangis didepan sisa-sisa cahayanya. tapi semburat cahyanya yang perlahan menua dan hilang, mampu mengajariku banyak hal. bahwa nanti setelah perginya dari cakrawala, akan ada malam dengan taburan bintang, dan sinar rembulan. yang tak kalah mempesonanya dari sang senja. ah senja ia mengorbankan dirinya untuk sesuatu yang lebih indah. sore ini aku kembali menangis. ah iya sudah kubilang bukan, aku ini wanita yang cengeng. jadi berhentilah  menganggapku kuat. aku tahu esok kau akan pergi, harusnya sekarang aku kerumah mu, menngucapkan selamat tinggal, berpesan untuk hati-hati, ...

BOLEHKAH , AKU MENANGIS (disisimu)??? (PART 01)

dari kacamata pemikiran yang selalu menggunakan hatinya dan perasaannya tentang kamu dari sisiku terimakasih telah menganggapku sebagai wanita yang kuat aku hanya bisa mengamini, semoga memang begitulah adanya. walau ku tahu, kau bilang seperti itu karena selama ini kau hanya melihat senyumku, diatas semua ujian yang menimpaku.  terimakasih kau telah menilaiku sebagai wanita yang dewasa, aku hanya bisa berusaha membuktikan apa yang kau nilai tentang ku itu benar, walau harus bersusah payah, untuk mengendalikan hati mencari pemahaman kemana-mana, mengalah pada ego, untuk bisa medapatkan satu keputusan yang bijak. menjadi dewasa itu tak mudah, kau harus di timpa rasa sakit berkali-kali, kau harus mau mengenyam kisah-kisah pahit. terimakasih kau telah mengiraku wanita yang tegar, sebab kau hanya melihat bangkitku, tanpa kau tau jatuhku lebih banyak.  kau mau tau kenapa aku selalu terliahat kuat akan semua ujian ini? kenapa aku terliahat tetap bisa tersenyum dengan...

PLEASE, JANGAN MOVE ON!

Memang semua baru saja berlalu, tapi kumohon kau juga jangan ikutan berlalu dan menggoreskan aku sebagai masalalu aku tahu ia telah pergi meninggalkan aku juga kamu tapi bolehkah aku pinta agar kau tetap disini bersamaku aku yang mungkin dulu sempat terabaikan oleh mu yang dibiarkan berdebu karena enggan kau jamah atau mungkin hanya kau hiraukan jika sempat tapi tahukah kau satu bulan kemarin aku sangat bahagia karena kau tak lagi mendiamkanku dalam debu, kau bahkan menyapaku tiap hari satu bulan kemarin boleh jadi aku merasa sangat spesial karena kau selalu menyempatkan waktu untuk bersamaku mendengarkan lantunan indah dari lisanmu, sungguh aku tak pernah bosan walau itu sudah puluhan kali kau ulang. ia memang sudah pergi, tapi kau bisakah untuk tetap menggenggamku, tetap terus mengejaku dengan penuh cinta ya, akulah mushaf mu al-quran mu , surat cinta dari Nya yang mungkin tadinya hanya tergeletak penuh debu di almari tapi romadhon kemarin tanganmu selalu meraihku...