ini untuk kesekian kalinya aku berdiri disini. menatap senja entah yang keberapa ribu kalinya menyaksikan sinarnya yang perlahan hilang dikaki cakrawala. senja yang memerah itu seakan hendak bercerita tentang lukanya yang terbakar. senja yang tua seakan ingin memberikan petuah soal waktu, dan lelahnya menunggu. senja memang tak pernah berkata apapun, aku lah yang sibuk bercerita, aku yang sibuk menangis didepan sisa-sisa cahayanya. tapi semburat cahyanya yang perlahan menua dan hilang, mampu mengajariku banyak hal. bahwa nanti setelah perginya dari cakrawala, akan ada malam dengan taburan bintang, dan sinar rembulan. yang tak kalah mempesonanya dari sang senja. ah senja ia mengorbankan dirinya untuk sesuatu yang lebih indah. sore ini aku kembali menangis. ah iya sudah kubilang bukan, aku ini wanita yang cengeng. jadi berhentilah menganggapku kuat. aku tahu esok kau akan pergi, harusnya sekarang aku kerumah mu, menngucapkan selamat tinggal, berpesan untuk hati-hati, ...