Langsung ke konten utama

BOLEHKAH , AKU MENANGIS (disisimu)??? (PART 01)


dari kacamata pemikiran yang selalu menggunakan hatinya dan perasaannya tentang kamu dari sisiku

terimakasih telah menganggapku sebagai wanita yang kuat
aku hanya bisa mengamini, semoga memang begitulah adanya. walau ku tahu, kau bilang seperti itu karena selama ini kau hanya melihat senyumku, diatas semua ujian yang menimpaku. 
terimakasih kau telah menilaiku sebagai wanita yang dewasa, aku hanya bisa berusaha membuktikan apa yang kau nilai tentang ku itu benar, walau harus bersusah payah, untuk mengendalikan hati mencari pemahaman kemana-mana, mengalah pada ego, untuk bisa medapatkan satu keputusan yang bijak. menjadi dewasa itu tak mudah, kau harus di timpa rasa sakit berkali-kali, kau harus mau mengenyam kisah-kisah pahit.
terimakasih kau telah mengiraku wanita yang tegar, sebab kau hanya melihat bangkitku, tanpa kau tau jatuhku lebih banyak. 

kau mau tau kenapa aku selalu terliahat kuat akan semua ujian ini? kenapa aku terliahat tetap bisa tersenyum dengan semua luka dan duka yang ada? karena aku sudah lelah untuk menangis, aku sejatinya hanya seorang perempuan yang cengeng. mudah sekali hati ini tersentuh karena aku tau ia masih rapuh. tapi aku memelih menangis dalam sepi ku, dalam diamku, disitulah aku memuntahkan butiran2 air mata yang tak pernah kau lihat. dan baru kusadari ternyata akhir2 ini aku lebih banyak terdiam dalam sepi. diam membiarkan pipiku basah. lalu tepat saat kau datang, air mataku mengering, dan hanya seutas senyum ekspresi yang tersisa dari sedihku. kau hanya melihat seutas senyumku tanpa tahu uraian air mataku.

dan hari ini izinkan aku menangis didepanmu. bolehkah? sebab aku lelah di anggap kuat, aku lelah dianggap baik-baik saja, padahal semua luluh lantah tak tertahankan, bolehkan aku menangis di sampingmu kini? setidaknya agar kau mengerti sakit yang kurasakan, agar kau paham bahwa luka itu tak sederhana. perih menganga, 
jadi izinkan aku menangis disisimu.....
aku tak memintamu untuk mengahapus airmataku, tak perlu aku bisa melakukannya sendiri, 
kau juga tak perlu merangkai kata untuk menghiburku, kelak hatiku sendiri yang akan menghibur diri ini
kau hanya perlu menemani. ah itu saja sudah cukup buat ku, 
saat aku menangis, apakah kau juga akan ikut menangis? atau kau akan mengejek ku dalam hati bahwa aku adalah wanita yang cengeng dan lemah??
dan satu kenyataan yang baru kusadari, aku nyaman menangis disismu. 

 ########

 bersambung....................\


stya rahma
kamis, 7 juli 2016
penuh rindu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...