dari kacamata pemikiran yang selalu menggunakan hatinya dan perasaannya tentang kamu dari sisiku
aku hanya bisa mengamini, semoga memang begitulah adanya. walau ku tahu, kau bilang seperti itu karena selama ini kau hanya melihat senyumku, diatas semua ujian yang menimpaku.
terimakasih kau telah menilaiku sebagai wanita yang dewasa, aku hanya bisa berusaha membuktikan apa yang kau nilai tentang ku itu benar, walau harus bersusah payah, untuk mengendalikan hati mencari pemahaman kemana-mana, mengalah pada ego, untuk bisa medapatkan satu keputusan yang bijak. menjadi dewasa itu tak mudah, kau harus di timpa rasa sakit berkali-kali, kau harus mau mengenyam kisah-kisah pahit.
terimakasih kau telah mengiraku wanita yang tegar, sebab kau hanya melihat bangkitku, tanpa kau tau jatuhku lebih banyak.
kau mau tau kenapa aku selalu terliahat kuat akan semua ujian ini? kenapa aku terliahat tetap bisa tersenyum dengan semua luka dan duka yang ada? karena aku sudah lelah untuk menangis, aku sejatinya hanya seorang perempuan yang cengeng. mudah sekali hati ini tersentuh karena aku tau ia masih rapuh. tapi aku memelih menangis dalam sepi ku, dalam diamku, disitulah aku memuntahkan butiran2 air mata yang tak pernah kau lihat. dan baru kusadari ternyata akhir2 ini aku lebih banyak terdiam dalam sepi. diam membiarkan pipiku basah. lalu tepat saat kau datang, air mataku mengering, dan hanya seutas senyum ekspresi yang tersisa dari sedihku. kau hanya melihat seutas senyumku tanpa tahu uraian air mataku.
dan hari ini izinkan aku menangis didepanmu. bolehkah? sebab aku lelah di anggap kuat, aku lelah dianggap baik-baik saja, padahal semua luluh lantah tak tertahankan, bolehkan aku menangis di sampingmu kini? setidaknya agar kau mengerti sakit yang kurasakan, agar kau paham bahwa luka itu tak sederhana. perih menganga,
jadi izinkan aku menangis disisimu.....
aku tak memintamu untuk mengahapus airmataku, tak perlu aku bisa melakukannya sendiri,
kau juga tak perlu merangkai kata untuk menghiburku, kelak hatiku sendiri yang akan menghibur diri ini
kau hanya perlu menemani. ah itu saja sudah cukup buat ku,
saat aku menangis, apakah kau juga akan ikut menangis? atau kau akan mengejek ku dalam hati bahwa aku adalah wanita yang cengeng dan lemah??
dan satu kenyataan yang baru kusadari, aku nyaman menangis disismu.
########
bersambung....................\
stya rahma
kamis, 7 juli 2016
penuh rindu

Komentar
Posting Komentar