Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Amanah Qur'an

pagi tadi, hingga seba'dha dzuhur, aku duduk takzim disebelah seorang teman, menyimak hafalannya sebanyak tujuh juz, dan jujur  aku mrinding ,ini kali pertamaku menyimak hafalan dalam kurung waktu kurang lebih tiga setengah jam, waktu terlamaku dalam menyimak hafalan. mungkin tak seperti kalian, yang memang sudah terbiasa nyimak hafalan berjam-jam hingga mengkhatamkan belasan juz. tapi bagi seorang aku, yang kini tinggal di tengah-tengah lingkungan yang tak semuanya bervisi dan misi dengan Al-quran, kesempatan untuk menyimak hafalan Al-quran hingga berjuz-juz amat langka. dan setelah aku merasakaannya, aku jadi banyak-banyak berdoa , semoga Alloh memberikan banyak kesempatan di hari-hari kemudian untuk aku  menyimak hafalan lebih banyak lagi, entah itu dari seorang teman, orang lain, keluragaku, anak-anakku, atau menyimak kamu, abi dari anak-anakku kelak. entah... siapapun itu semoga Alloh senantiasa memberikan  aku kesempatan. sebab itu sangat menyenangkan, aku menikm...

Tere liye goes to Kebumen

aaaaaaaaaa........ bang tere.... entahlah gimana tepatnya ekspresiku saat itu. saat jarak aku dengan bang tere cuma berbilang langkah saja. seneng itu dah pasti, deg-degan juga turut menyertai, hwah... entah aku harus merangkai kata kek gimana lagi buat njelasin.  hampir tujuh tahun aku resmi menjadi pembaca setianya, jatuh cinta pada novel pertama yang aku baca, lalu berlanjut ke novel-novel berikutnya aku sudah membaca buku-bukunya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. masih ingat sekali kala itu, usiaku 11 tahun, kelas lima SD, ustadz ku menawariku sebuah buku bacaan, yang berjudul Hafalan Sholat Delisa. awalnya aku sama sekali tak tertarik, dari judulnya saja aku sudah tidak minat. hafalan sholat? lah, apaan ini, kenapa ustadz merekomendasikan buku itu, kemarin waktu ujian praktik sholat aku lulus kok, nilai ku bagus, aku hafal semua bacaan sholatnya. ya awalnya aku mengira hafalan sholat delisa, itu ya semacam buku panduan sholat atau apalah sejenisnya. baru setelah di...

tetaplah menulis

rasanya sesak, ketika banyak yang bermunculan dalam benak, tapi tak kunjung jua tertuang dalam kata. rasanya menyiksa, saat tangan kita tak lagi lincah memamainkan diksi dalam bait-bait puisi. hanya lama berdiam menatap layar putih, yang tak kunjung terpenuhi oleh paragraf-paragraf nyata bukan hanya ilusi. seperti ada yang menggebu, tapi tertahan. seperti ada yang hendak berlarian tapi tak cukup tenaga. kau tahu? itu aku, dalam tak keberdayaanku menari bersama kata. itu aku yang tiba-tiba kelu akan deretan diksi,. itu aku yang tiba-tiba kehilangan nama dalam puisiku. ah, apa perlu aku harus jatuh cinta lagi, agar diksiku kembali selincah dulu, berjatuhan membentuk puisi-puisi indah , bernuansa romance,yang memenuhi buku catatan kecilku , lalu senyum-senyum sendiri saat membacanya, sambil berandai ada sepasang telingamu yang juga turut mendengarkan. aih.... lihat betapa menggelikannya aku dulu. orang yang sedang jatuh cinta memang aneh, jadi sudah tak usah ditertawakan, bisa jadi ...

BAGAIMANA RASANYA?

bagaimana rasanya bederap satu langkah dengan jutaan mujahidNya? merasakan setiap senti keindahan ukhuwah penuh cinta, saling bantu, dan bersatu walau tak saling kenal nama, tapi hanya cukup dengan satu iman dan aqidah, terbit sebuah rasa saling percaya bahwa satu dan yang lain adalah saudara bagaimana rasanya, ikut bertakbir satu koor dengan para alim ulama? yang tiap kata dari lisanya, tak henti akan hikmah yang mampu membangunkan jiwa-jiwa badar bagaimana rasanya mengetuk pintu langitNya bersama jutaan yang lain dalam sujud satu waktu? lalu disapa langsung oleh Alloh, lewat rintik air langit, yang kemudian luluh bersama keringat dan airmata.... bagaimana rasannya, menjadi bagian dalam dakwah, yang berbaris digarda depan dalam membela Al-quran? (maukah kau mengejakan setiap keindahannya padaku, agar diri ini semakin malu pada RobbNya, tersebab diri yang masih lemah akan amal sholih) aku masih disini dengan getar hati turut menyaksikan, indahnya pembuktian akan ...