pagi tadi, hingga seba'dha
dzuhur, aku duduk takzim disebelah seorang teman, menyimak hafalannya sebanyak
tujuh juz, dan jujur aku mrinding ,ini
kali pertamaku menyimak hafalan dalam kurung waktu kurang lebih tiga setengah
jam, waktu terlamaku dalam menyimak hafalan. mungkin tak seperti kalian, yang
memang sudah terbiasa nyimak hafalan berjam-jam hingga mengkhatamkan belasan
juz.
tapi bagi seorang aku, yang kini
tinggal di tengah-tengah lingkungan yang tak semuanya bervisi dan misi dengan
Al-quran, kesempatan untuk menyimak hafalan Al-quran hingga berjuz-juz amat
langka. dan setelah aku merasakaannya, aku jadi banyak-banyak berdoa , semoga
Alloh memberikan banyak kesempatan di hari-hari kemudian untuk aku menyimak hafalan lebih banyak lagi, entah itu
dari seorang teman, orang lain, keluragaku, anak-anakku, atau menyimak kamu,
abi dari anak-anakku kelak. entah... siapapun itu semoga Alloh senantiasa
memberikan aku kesempatan. sebab itu
sangat menyenangkan, aku menikmatinya, sebab dari situ motivasiku kembali
terbakar, sebab dari situ diri ini merasa lagi tertampar, lalu rasa cinta pada
qur'an Nya menjadi lebih kuat berarkar.
aku merasakan haru, pasti yang
melafalkan tak kalah biru dalam harunya, sebab tak mudah untuk mendapatkan
hafalan, terlebih menjaganya. aku banyak merenung tadi, soal betapa beruntung
nya orang-orang yang diberikan keistiqomahan untuk menjaga hafalannya, apalagi
di tengah-tengah dunia yang penuh dengan ranjau kemaksiatan, yang tiap incinya
bisa mengahapus berlembar hafalan yang ada.
maka kepada engkau yang telah di amanahi untuk menjaga
kalamNya,
jaga ia, dalam setiap langkah taat
jaga ia dalam tunduk pandangan penjagaan
jaga ia, dalam lisan berbasah untai makna
jaga ia dalam hati yang senatiasa berbasah dzikir
jaga ia dalam sebening niat untukNya
aku tahu itu tak mudah, tapi bukankah itu konsekwensi paling
indah dari sebuah langkah yang kita raih, bukanakah itu sebuah reaksi yang
harus ditimbulkan dari aksi mulia yang ditindakkan.
maka, terkadang aku kasihan terhadap para penjaga quranNya
yang telah dikaruniakan hafalan oleh Alloh, tapi ia menyia-nyiakan dalam
maksiat, mereka tega menukarkan dengan bahagia dunia yang sesaat,
kau tahu dirimu terlalu istimewa untuk digalaukan dengan
hal-hal sepele dunia, apalagi tentang patah hati.....
(ah, diri ini juga pataut dikasihani rupanya )
kau tahu, betapa banyak yang ingin sepertimu, mendapatkan
anugrah dari Alloh berupa hafalan al quran, diberikan kesempatan seemas
peluangmu, untuk menghafalkannya.
banyak sekali yangt menginginkan, tapi tak semua di
pilih....
aku kembali merenung..
kala, mata ini sembab, memandang mushab
sebab banyak yang
hilang dan susah untuk kembali...
lalu, masih banyak yang harus dihafal tapi tak kunjung terekam
memori...
robbi... sesak sesakali menghadapi keadaan diri dalam
perjuangan qur'ani ditengah-tengah godaan duniawi yang tiada henti...
mungkin hati ini masih dipenuhi noda-noda hitam kemaksiatan,
hingga harus terlebih dahulu di bersihkan,
mungkin lisan ini masih kurang dari dzikirnya dan terlalu
banyak berkata dalam kesia-sia an, hingga harus di perbanyak istighfarnya...
mungkin niat ini masih bengkok, masih bercampur banyak hal,
belum sebening untukNya....
karena Al-Quran hanya akan bersemayam pada hati, lisan dan
niat yang bersih
maka ayo siapkan diri kita untuk mengemban amanah Quran,
menjadi orang-orang terpilih untuk menghafalkannya,
mmengamalkan dan mendakwahkannya....
stya rahma
ahad, 25 desember 2016

Komentar
Posting Komentar