Langsung ke konten utama

Amanah Qur'an

pagi tadi, hingga seba'dha dzuhur, aku duduk takzim disebelah seorang teman, menyimak hafalannya sebanyak tujuh juz, dan jujur  aku mrinding ,ini kali pertamaku menyimak hafalan dalam kurung waktu kurang lebih tiga setengah jam, waktu terlamaku dalam menyimak hafalan. mungkin tak seperti kalian, yang memang sudah terbiasa nyimak hafalan berjam-jam hingga mengkhatamkan belasan juz.
tapi bagi seorang aku, yang kini tinggal di tengah-tengah lingkungan yang tak semuanya bervisi dan misi dengan Al-quran, kesempatan untuk menyimak hafalan Al-quran hingga berjuz-juz amat langka. dan setelah aku merasakaannya, aku jadi banyak-banyak berdoa , semoga Alloh memberikan banyak kesempatan di hari-hari kemudian untuk aku  menyimak hafalan lebih banyak lagi, entah itu dari seorang teman, orang lain, keluragaku, anak-anakku, atau menyimak kamu, abi dari anak-anakku kelak. entah... siapapun itu semoga Alloh senantiasa memberikan  aku kesempatan. sebab itu sangat menyenangkan, aku menikmatinya, sebab dari situ motivasiku kembali terbakar, sebab dari situ diri ini merasa lagi tertampar, lalu rasa cinta pada qur'an Nya menjadi lebih kuat berarkar.

aku merasakan haru, pasti yang melafalkan tak kalah biru dalam harunya, sebab tak mudah untuk mendapatkan hafalan, terlebih menjaganya. aku banyak merenung tadi, soal betapa beruntung nya orang-orang yang diberikan keistiqomahan untuk menjaga hafalannya, apalagi di tengah-tengah dunia yang penuh dengan ranjau kemaksiatan, yang tiap incinya bisa mengahapus berlembar hafalan yang ada.
maka kepada engkau yang telah di amanahi untuk menjaga kalamNya,
jaga ia, dalam setiap langkah taat
jaga ia dalam tunduk pandangan penjagaan
jaga ia, dalam lisan berbasah untai makna
jaga ia dalam hati yang senatiasa berbasah dzikir
jaga ia dalam sebening niat untukNya

aku tahu itu tak mudah, tapi bukankah itu konsekwensi paling indah dari sebuah langkah yang kita raih, bukanakah itu sebuah reaksi yang harus ditimbulkan dari aksi mulia yang ditindakkan.

maka, terkadang aku kasihan terhadap para penjaga quranNya yang telah dikaruniakan hafalan oleh Alloh, tapi ia menyia-nyiakan dalam maksiat, mereka tega menukarkan dengan bahagia dunia yang sesaat,
kau tahu dirimu terlalu istimewa untuk digalaukan dengan hal-hal sepele dunia, apalagi tentang patah hati.....
(ah, diri ini juga pataut dikasihani rupanya )

kau tahu, betapa banyak yang ingin sepertimu, mendapatkan anugrah dari Alloh berupa hafalan al quran, diberikan kesempatan seemas peluangmu, untuk menghafalkannya.
banyak sekali yangt menginginkan, tapi tak semua di pilih....

aku kembali merenung..
kala, mata ini sembab, memandang mushab
 sebab banyak yang hilang dan susah untuk kembali...
lalu, masih banyak yang harus dihafal tapi tak kunjung terekam memori...
robbi... sesak sesakali menghadapi keadaan diri dalam perjuangan qur'ani ditengah-tengah godaan duniawi yang tiada henti...
mungkin hati ini masih dipenuhi noda-noda hitam kemaksiatan, hingga harus terlebih dahulu di bersihkan,
mungkin lisan ini masih kurang dari dzikirnya dan terlalu banyak berkata dalam kesia-sia an, hingga harus di perbanyak istighfarnya...
mungkin niat ini masih bengkok, masih bercampur banyak hal, belum sebening untukNya....
karena Al-Quran hanya akan bersemayam pada hati, lisan dan niat yang bersih

maka ayo siapkan diri kita untuk mengemban amanah Quran,
menjadi orang-orang terpilih untuk menghafalkannya, mmengamalkan dan mendakwahkannya....
 semoga Alloh mengistiqomahkan hati kita semua dengan Al-quranya
yang sudah berikan banyak hal, termasuk kebersamaan inii

stya rahma
ahad, 25 desember 2016




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...