Langsung ke konten utama

tetaplah menulis

rasanya sesak, ketika banyak yang bermunculan dalam benak, tapi tak kunjung jua tertuang dalam kata. rasanya menyiksa, saat tangan kita tak lagi lincah memamainkan diksi dalam bait-bait puisi. hanya lama berdiam menatap layar putih, yang tak kunjung terpenuhi oleh paragraf-paragraf nyata bukan hanya ilusi. seperti ada yang menggebu, tapi tertahan. seperti ada yang hendak berlarian tapi tak cukup tenaga.
kau tahu? itu aku, dalam tak keberdayaanku menari bersama kata. itu aku yang tiba-tiba kelu akan deretan diksi,. itu aku yang tiba-tiba kehilangan nama dalam puisiku.

ah, apa perlu aku harus jatuh cinta lagi, agar diksiku kembali selincah dulu, berjatuhan membentuk puisi-puisi indah , bernuansa romance,yang memenuhi buku catatan kecilku , lalu senyum-senyum sendiri saat membacanya, sambil berandai ada sepasang telingamu yang juga turut mendengarkan. aih.... lihat betapa menggelikannya aku dulu. orang yang sedang jatuh cinta memang aneh, jadi sudah tak usah ditertawakan, bisa jadi kalian mengalami hal yang lebih menggelikan.
panjang diksi yang terangkai juga tak kunjung usai menggambarkan harap, tak kunjung menemui titik henti yang berartikan tamat, hanya ada koma-koma kecil yang memberikan jarak, lalu hari berikutnya aku lanjutkan lagi, hingga luka itu memberika isyarat, bahwa titik untuk menamatkan semua kisah sudah tiba. 
lalu, lembar-lembar yang tadinya bertulisan puisi-puisi penuh cinta, bak  kuncup-kuncup bunga yang merekah ruah, sekita layu tak terbantahkan. digantikan sajak-sajak  tajam, diksi-disi yang menyayat dalam penuh luka, digoreskan   bukan lagi dengan senyum merah merona, melainkan dengan tetesan airmata eskpresi akan lara. 

ah, sudah semua itu melelahkan, dan aku tak ingin mengulangnya lagi. kalaupun harus jatuh cinta lagi, sudah kubujuk hatiku untuk jangan berani-berani membukakan pintunya jika memang belum sepenuhnya siap dan belum ada ridho dari sang Pemilik cinta.


kenapa seakan tangaku kelu dalam merangkai diksi, kenapa seaakan aku kaku dalam merangkai kata, kenapa banyak yang tak tertuangkan? 
bukan, bukan karena aku tidak sedang jatuh cinta, atau bukan pula karena aku tidak sedang luka, lalu kehilangan diksi

 tapi aku yang tak bisa bersahabat dengan waktu,
dan kini aku hanya perlu  bersahabat dengan waktu lalu dengan segala kerendahan hati menyapanya dengan goresan pena, tak angkuh akan kesempurnaan, bukankah tak apa jika tulisan kita masih banyak kurangnya, bukankah nanti malah akan ada yang melengkapi,
dan diri yang harus lebih peduli lagi, akan hal-hal kecil di sekitar, terkadang banyak hal yang sederhana yang terlalu indah untuk dilewatkan, yang akan memacumu mengabadikan atau memperjuangkan lewat kata, saat kesempatan itu datang maka lakukanlah segera
tapi juga tak lupa menengok luas dunia, agar kau lebih memgerti kenapa harus senantiasa bangkit dan berlari.

satu lagi jangan takut untuk tidak dikenal, tetaplah menulis walau dunia tak lagi mempedulikanmu, apalagi jika yang kau tulis itu adalah syiar kebaikan, maka jangan pernah getar terimingi akan dunia karena semua yang disini fana, hanya kebenaran yang kan tetap membahana di mata pencipta. 


jadi, maukah kau berjanji padaku?
jangan, pernah berhenti untuk menulis ..
karena ada yang diam-diam menanti tiap bait kata mu

ya, aku janji!
jika Alloh masih mengizinkan tulisan-tulisan ku untuk berkontribusi dalam jalan Nya


9 desember 2016
aku yang diam-diam mengintip tulisanmu




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...