aaaaaaaaaa........ bang tere....
entahlah gimana tepatnya ekspresiku saat itu. saat jarak aku dengan bang tere cuma berbilang langkah saja. seneng itu dah pasti, deg-degan juga turut menyertai, hwah... entah aku harus merangkai kata kek gimana lagi buat njelasin.
hampir tujuh tahun aku resmi menjadi pembaca setianya, jatuh cinta pada novel pertama yang aku baca, lalu berlanjut ke novel-novel berikutnya aku sudah membaca buku-bukunya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. masih ingat sekali kala itu, usiaku 11 tahun, kelas lima SD, ustadz ku menawariku sebuah buku bacaan, yang berjudul Hafalan Sholat Delisa. awalnya aku sama sekali tak tertarik, dari judulnya saja aku sudah tidak minat. hafalan sholat? lah, apaan ini, kenapa ustadz merekomendasikan buku itu, kemarin waktu ujian praktik sholat aku lulus kok, nilai ku bagus, aku hafal semua bacaan sholatnya. ya awalnya aku mengira hafalan sholat delisa, itu ya semacam buku panduan sholat atau apalah sejenisnya. baru setelah dibawakan bukunya, aku baru ngeh kalau itu novel, setebal 300 halaman lebih, untuk aku saat itu, buku ini sudah sangat tebal, sebab aku terbiasa membaca serial kkpk yang di terbitkan DAR mizan, yang kira-kira tebalnya seperempat dari buku hafalan sholat delisa, itupun dengan font yang besar-besar. ok, karena ustadzku berkali-kali bilang kalau buku itu bagus, dan pas buat anak-anak pula, maka saat itu aku putuskan untuk membacanya. saat itulah, aku mulai jatuh cinta pada ceritanya. menguras emosi, perasaan dan juga air mata. bahasa yang sederhana, mudah dipahami, bahkan oleh ku yang masih duduk di bangku sd kala itu, dan saat itulah aku mulai, menyukai novel-novel bang tere,. sebuah novel yang dari nya aku belajar banyak tentang kebijakan hidup, kedewasaan kata, lalu tiap paragraf yang kubaca, seakan menjadi racun bagi gaya tulisanku, ini racun yang tidak merugikan, ini racun yang membuat candu. jika kalian tanya dari mana aku belajr menulis kata-kata aku belajar menulis kata-kata dari mebaca, dan novel-novel bang tere liye ini mendominan bacaaanku kala itu heee. dan setelah sekian tahun cuma ketemu dan ngeliat tulisan-tulisannya doang, sekarang aku bisa langsung bertatap muka, dengan jarak yang hanya berbilang langkah.
ok, aku jelaskan sedikit. jadi hari ini tepatnya 10 desember2016, tere liye mengunjungi sekolahku SMA N 1 gombong, ini kesempatan yang langka, dan baru pertama kalinya mungkin tere liye mampir ke kebumen (semoga kunjungan pertama menyenangkan bang). aku ucapin makasih buat kakak-kakak alumni yang udah buat acara beginian dan ngundnang bang tere liye. dan jelas aku gak bakal nglewatin kesempatan berharga ini. aku duduk menempatkan diri persis disebelah panggung. Dan jadi penanya pertama kala sesi tanya jawab di buka :D soalnya angkat tangannya tinggi bgt paling depan pula -_-
banyak hal yang bisa aku dapat hari itu. dari sosok sederhana dari bang tere, bahwa menulis itu gampang, kita saja yang terkadang membuatnya ribet. bang tere telah menekuni dunia tulis menulis sejak bangku SMA, saat itu sudah ribuan buku yang ia baca, dan gak tanggung-tanggung buku yang dibaca itu bukan buku-buku tipis yang bisa buat kipasan, melainkan buku-buku tebal semacam mahabarata, ramayana, dsbnya, yang halamannya mencapai lebih dari 500, kebiasaan membaca yang di bangunnya sejak kecil, memang memberikan dampak yang luar biasa sekarang. Lalu saat usia remaja bang tere juga sudah menghabiskan waktu nya buat menulis, jadi waktu sang moderator bertanya tentang kisah cinta nya dulu, bang tere hanya menjawab, saya kala itu sibuk menulis tidak sempat pacaran, saya menikahpun tidak berpacaran dulu. Nah lo, contoh bro...
dan hal yang menjadi masalah besar generasi kita sekrang, adalah rasa malas. ya gimana mau bisa nulis, klo misal malas baca, gimna mau bisa nulis klo misal gak mau berlatih.
ada tiga hal yang membuat kita mudah untuk menulis.
yang pertama adalah membaca, membaca apa saja. kalau misal sukanya baca komik ya tidak apa-apa, semoga kedepan nya tertarik membca novel, kalau sekarang sukanya baca novel ya semoga kedepannya kita suka membaca buku-buku pengetahuan. karena jujur dari pengalaman pribadi aku juga, membaca itu bener-bener kasih banyak hal buat kita, selain ilmu, membaca juga membuat kita lebih mudah untuk menyampaikan baiik lewat tulisan, atau lisan ketika di depan umum, atau mudah nya membaca juga bisa mempengaruhi kemampuan kita dalam hal public speaking.
lalu yang kedua adalah sering-sering lah berdiskusi atau berkumpul bersama orang-orang bijak. nah ini juga penting, berbincang dengan orang-orang yang bijak, dalam hal ini orang bijak tidak selalu berkaitan dengan orang yang sudah tua ya. itu akan membuat kita belajar banyak hal, akan arti sebuah pengalaman. tidak harus seorang pengusaha yang sudah sukses, kaya raya, atau tidak harus kepada pejabat, orang-orang yang sudah tua, sesepuh, tidak. kita bisa mendapatkan pelajaran pengalaman dari siapa saja, mungkin bisa jadi pelajaran pengalaman itu kita dapat dari tetangga kita sendiri, atau teman kita sendiri.
lalu yang ketiga adalah banyak melakukan perjalanan. nah ini pasti kalian seneng. siapa sih yang gak suka jalan-jalan, siapa sih yang gak suka liburan, travelling, dan sebagainya;. dari sebuah perjalanan kita bisa melihat banyak hal, jangan cuma diambil seneng-senengnya doank, mulai dari bagaimana tempat yang kita kunjungi, orang-orangnya, keadaan sekitar semuanya bisa menjadi ide-ide dalam tulisan kita. hanya saja kita mau tidak untuk menuliskannya, kita mau tidak mencari hal baru yang menarik lalu menungkannya dalam kata.
apapun itu butuh aksi nyata yang konkrit. kalau ingin bisa menulis ya sering-seringlah menulis, minimal seribu kata perhari, mungkin keliatannya banyak tapi tidak kawan, bahkan mungkin kau sudah melakuakannya sendari dulu, menuliskan seribu kata sehari? iya, coba seberapa sering kamu mengirim pesan lewat wa setiap harinya, membalas pesan di facebook, bbm, atau ngetweet di twitter, buat caption di instagram, nulis status dan komenan di fb dan sebagainya. saya yakin jika dikumpulkan semuanya itu bisa mencapai seribu kata yang kau tuliskan dalam sehari. nah, tinggal hilangkan rasa malas saja pada diri, untuk membuat sebuah karya tulis.
sebelum menutup perjumapaan bang tere memberikan sebuah pesan,
tentang waktu paling baik menanam pohon,
ialah saat 20 tahun yang lalu,
lalu bagaimana jika kita belum menanamnya hingga kini,
maka waktu yang paling baik menanam pohon itu adalah sekarang.
entahlah gimana tepatnya ekspresiku saat itu. saat jarak aku dengan bang tere cuma berbilang langkah saja. seneng itu dah pasti, deg-degan juga turut menyertai, hwah... entah aku harus merangkai kata kek gimana lagi buat njelasin.
hampir tujuh tahun aku resmi menjadi pembaca setianya, jatuh cinta pada novel pertama yang aku baca, lalu berlanjut ke novel-novel berikutnya aku sudah membaca buku-bukunya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. masih ingat sekali kala itu, usiaku 11 tahun, kelas lima SD, ustadz ku menawariku sebuah buku bacaan, yang berjudul Hafalan Sholat Delisa. awalnya aku sama sekali tak tertarik, dari judulnya saja aku sudah tidak minat. hafalan sholat? lah, apaan ini, kenapa ustadz merekomendasikan buku itu, kemarin waktu ujian praktik sholat aku lulus kok, nilai ku bagus, aku hafal semua bacaan sholatnya. ya awalnya aku mengira hafalan sholat delisa, itu ya semacam buku panduan sholat atau apalah sejenisnya. baru setelah dibawakan bukunya, aku baru ngeh kalau itu novel, setebal 300 halaman lebih, untuk aku saat itu, buku ini sudah sangat tebal, sebab aku terbiasa membaca serial kkpk yang di terbitkan DAR mizan, yang kira-kira tebalnya seperempat dari buku hafalan sholat delisa, itupun dengan font yang besar-besar. ok, karena ustadzku berkali-kali bilang kalau buku itu bagus, dan pas buat anak-anak pula, maka saat itu aku putuskan untuk membacanya. saat itulah, aku mulai jatuh cinta pada ceritanya. menguras emosi, perasaan dan juga air mata. bahasa yang sederhana, mudah dipahami, bahkan oleh ku yang masih duduk di bangku sd kala itu, dan saat itulah aku mulai, menyukai novel-novel bang tere,. sebuah novel yang dari nya aku belajar banyak tentang kebijakan hidup, kedewasaan kata, lalu tiap paragraf yang kubaca, seakan menjadi racun bagi gaya tulisanku, ini racun yang tidak merugikan, ini racun yang membuat candu. jika kalian tanya dari mana aku belajr menulis kata-kata aku belajar menulis kata-kata dari mebaca, dan novel-novel bang tere liye ini mendominan bacaaanku kala itu heee. dan setelah sekian tahun cuma ketemu dan ngeliat tulisan-tulisannya doang, sekarang aku bisa langsung bertatap muka, dengan jarak yang hanya berbilang langkah.
ok, aku jelaskan sedikit. jadi hari ini tepatnya 10 desember2016, tere liye mengunjungi sekolahku SMA N 1 gombong, ini kesempatan yang langka, dan baru pertama kalinya mungkin tere liye mampir ke kebumen (semoga kunjungan pertama menyenangkan bang). aku ucapin makasih buat kakak-kakak alumni yang udah buat acara beginian dan ngundnang bang tere liye. dan jelas aku gak bakal nglewatin kesempatan berharga ini. aku duduk menempatkan diri persis disebelah panggung. Dan jadi penanya pertama kala sesi tanya jawab di buka :D soalnya angkat tangannya tinggi bgt paling depan pula -_-
banyak hal yang bisa aku dapat hari itu. dari sosok sederhana dari bang tere, bahwa menulis itu gampang, kita saja yang terkadang membuatnya ribet. bang tere telah menekuni dunia tulis menulis sejak bangku SMA, saat itu sudah ribuan buku yang ia baca, dan gak tanggung-tanggung buku yang dibaca itu bukan buku-buku tipis yang bisa buat kipasan, melainkan buku-buku tebal semacam mahabarata, ramayana, dsbnya, yang halamannya mencapai lebih dari 500, kebiasaan membaca yang di bangunnya sejak kecil, memang memberikan dampak yang luar biasa sekarang. Lalu saat usia remaja bang tere juga sudah menghabiskan waktu nya buat menulis, jadi waktu sang moderator bertanya tentang kisah cinta nya dulu, bang tere hanya menjawab, saya kala itu sibuk menulis tidak sempat pacaran, saya menikahpun tidak berpacaran dulu. Nah lo, contoh bro...
dan hal yang menjadi masalah besar generasi kita sekrang, adalah rasa malas. ya gimana mau bisa nulis, klo misal malas baca, gimna mau bisa nulis klo misal gak mau berlatih.
ada tiga hal yang membuat kita mudah untuk menulis.
yang pertama adalah membaca, membaca apa saja. kalau misal sukanya baca komik ya tidak apa-apa, semoga kedepan nya tertarik membca novel, kalau sekarang sukanya baca novel ya semoga kedepannya kita suka membaca buku-buku pengetahuan. karena jujur dari pengalaman pribadi aku juga, membaca itu bener-bener kasih banyak hal buat kita, selain ilmu, membaca juga membuat kita lebih mudah untuk menyampaikan baiik lewat tulisan, atau lisan ketika di depan umum, atau mudah nya membaca juga bisa mempengaruhi kemampuan kita dalam hal public speaking.
lalu yang kedua adalah sering-sering lah berdiskusi atau berkumpul bersama orang-orang bijak. nah ini juga penting, berbincang dengan orang-orang yang bijak, dalam hal ini orang bijak tidak selalu berkaitan dengan orang yang sudah tua ya. itu akan membuat kita belajar banyak hal, akan arti sebuah pengalaman. tidak harus seorang pengusaha yang sudah sukses, kaya raya, atau tidak harus kepada pejabat, orang-orang yang sudah tua, sesepuh, tidak. kita bisa mendapatkan pelajaran pengalaman dari siapa saja, mungkin bisa jadi pelajaran pengalaman itu kita dapat dari tetangga kita sendiri, atau teman kita sendiri.
lalu yang ketiga adalah banyak melakukan perjalanan. nah ini pasti kalian seneng. siapa sih yang gak suka jalan-jalan, siapa sih yang gak suka liburan, travelling, dan sebagainya;. dari sebuah perjalanan kita bisa melihat banyak hal, jangan cuma diambil seneng-senengnya doank, mulai dari bagaimana tempat yang kita kunjungi, orang-orangnya, keadaan sekitar semuanya bisa menjadi ide-ide dalam tulisan kita. hanya saja kita mau tidak untuk menuliskannya, kita mau tidak mencari hal baru yang menarik lalu menungkannya dalam kata.
apapun itu butuh aksi nyata yang konkrit. kalau ingin bisa menulis ya sering-seringlah menulis, minimal seribu kata perhari, mungkin keliatannya banyak tapi tidak kawan, bahkan mungkin kau sudah melakuakannya sendari dulu, menuliskan seribu kata sehari? iya, coba seberapa sering kamu mengirim pesan lewat wa setiap harinya, membalas pesan di facebook, bbm, atau ngetweet di twitter, buat caption di instagram, nulis status dan komenan di fb dan sebagainya. saya yakin jika dikumpulkan semuanya itu bisa mencapai seribu kata yang kau tuliskan dalam sehari. nah, tinggal hilangkan rasa malas saja pada diri, untuk membuat sebuah karya tulis.
sebelum menutup perjumapaan bang tere memberikan sebuah pesan,
tentang waktu paling baik menanam pohon,
ialah saat 20 tahun yang lalu,
lalu bagaimana jika kita belum menanamnya hingga kini,
maka waktu yang paling baik menanam pohon itu adalah sekarang.




Komentar
Posting Komentar