Langsung ke konten utama

SUARA HATI part 2 (edisi pelajar tingkat akhir)

hy, gimna rasanya jadi pelajar tingkat akhir?
cie, udah mau lulus...
sudah sampai mana persiapan UN nya?
besok mau lanjut kuliah dimana?ambil jurusan apa?
habis lulus, mau langsung nikah ya rah? (ada juga dari temen-temen yang nanya gitu -_-)

ya itu setidaknya deret pertanyaan yang sering menyapaku. gimana rasanya jadi pelajar tingkat akhir?. ah entah. campur aduk pokoknya, seneng kalo ternyata sebentar lagi udah mau lulus, udah mau jadi mba-mba mahasiswa, meninggalkan dunia putih abu-abu menuju kehidupan yang lebih menantang lagi. tapi entah ada sedih yang turut berselimut juga. bahwa ternyata banyak ujian yang kudu di lewati. ya iyalah, namanya juga hidup, gak semulus jalan tol juga kali...

aku bukan anak dengan tipe yang rajin belajar, hawah liburan ini buku-buku mapel ku pun tak tersentuh, tapi tak apa lah yangpenting Al-qurannya tetep dibaca dan di amalkan.

belajar sks, atau sistem kebut semalam, ya itu kayaknya udah jadi sistem belajrku sejak smp dulu, gak baik, dan jangan ditiru, pokoknya bahaya sistem belajr kek gini, buat kamu begadang semalaman, paginya gak vit ngantuk dsbnya. trus, juga bakal buat kamu keteteran, aduh pokoknya udah jangan ditiru, karena aku akui aku adalah salah satu contoh pelajar tingkat akhir yang gak perlu di contoh.

yang namanya kelas tiga, itu pasti padet banget ama  jadwal les.klo di sekolah ku sih, mau mulai ada jam ke nol, jadi jam 6.00 udah mulai. nah tuh banyangin aku dari rumah jam brpa cobak, jam 5, klo biasanya aku baru mandi jam setengah enam, lah ini jam lima harus udah berangkat dari rumah, dikarenakan jarak rumah ke sekolah itu lumayan jauh, dan aku belum di bolehkan buat ngekos.
dan belum lagi nanti sorenya ada jadwal tambahan, dari bimbel di luar sekolah.
tapi setidaknya bagus lah semua kesibukan itu bermanfaat, dan lumayan bisa bantu buat move on.


percaya deh yang namanya hasil itu gak bakal ngekhianatin usaha.
aku tahu tidak semua orang dilahirkan dengan kemampuan kecerdasan intelektual yang mengagumkan, tidak semua orang dikaruniai ingatan, daya nalar yang tinggi, tidak semua orang di beri kepandaian dalam hal akademik. maka dari itu, tidak usah terlalu di paksakan itu malah akan membebanimu, membuat kamu gampang stres dan frustasi.  sukses itu  bukan hanya dari nilai-nilai yang berbilang delapan,  sembilan  atau sepuluh.
silahkan kita usahakan semampu kita, kita maksimalkan apa yang ada, setelah itu serahkan semua hasil pada yang maha menentukan.

lalu saat semua usaha sudah kita lalui tapi hasil masih saja sama, coba kita tanyakan pada diri kita. bagaimana kedekatan kita pada sang pencipta. Dialah yang memiliki segala ilmu, lalu kenapa kau seakan-akan melupakan hal itu.. mendekatlah dan memintalah pada Nya. seberapa kau dekat, seberapa kau cinta pada Nya itu akan memengaruhi hasil akhir mu pula.

bukankah saat kita mengerjakan soal, Alloh yang menggerakan jemari tangan kita untuk memilih jawaban,...


ok, topik lain. tentang jurusan kuliah. klo di tanya seperti itu kadang jawabanku masih labil, ya namanya juga masih remaja kek gini. disisi lain aku pengin mondok dulu, kenapa? gue ngrasa ilmu agamaku cetek banget lah, tiga tahun di negri dengan mapel agama cuma 3 jam perminggu, itu kayak cuma dapet secuil donk, sedangkan hidup ini kan tujuan akhirnya akherat, tapi ilmu tentangnya malah minim, ya aku ngrasa haus banget ilmu tentang fiqh aqidah, quran hadist, tarikh, dsbnya. belum lagi hafalanku yang kacau balau. hwahh.... rasanya klo keinget itu pengin mewek. tapi apa daya, abi nyuruh aku buat lanjut kuliah, mondoknya sambil kuliah juga bisa.
maka, dari itu aku memutuskan ambil jurusan yang gak sibuk-sibuk amat, biar ngajinya juga bisa keurus dengan baik. dan pertimbangan aku dalam mengambil jurusan, bukan tentang prospek kerjanya gimna kedepam. itu masuk sih tapi nomor sekian. pertimbangan ku itu ambil jurusan yang seikiranya ilmunya bisa tetep kita ke pake ampe tua, dan bermanfaat buat orang lain. klo pun aku gak boleh kerja esok ama suami, ilmunya bisa tetep tak pakai di keluarga. dan maka dari itu bismillah aku mau ambil......

a.ilmu gizi,
b.kesmas
c.pskologi
d.pendidikan

ya pokoknya diantara itu, silahkan kirim jawaban anda ke inbok kami, bagi yang bisa menjawab dengan benar akan mendapatkan hadiah., wkkkwkkwwk justkid

mohon doanya yang terbaik ya, para pembaca sekalian.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...