hati yang berdebar, tak seiring rima bagai derap yang bubar, bagai
langkah kaki yang saling mengejar, tak teratur, tapi terus menderu.
bergejolak dalam degup yang gagap.
itu aku....
itu hatiku
itu jantungku
kala sapa mu menyapa
lalu bibir yang kaku, kata yang tersekat, kelu yang tak dibuat, di
tambah rona merah yang merekah di pipi yang sudah sendari tadi
mengembang menahan senyum malu.
ah, itu juga aku
itu diriku
itu wajahku
saat senyummu menyapa.....
karena itu...
karena aku tahu, dada ini belum mampu menahan gejolaknya, yang berlarian
dalam euforia pesona sapaanmu, karena aku tahu hati ini masih susah
untuk mereda dalam keteduhan senyummu.
karena aku tahu, muka ku amat sangat kacau saat kau lempar senyum itu,
wajahku susah mengkondisikan rona merahnya, wajahku susah untuk
menyembunyikan bahwa ada bahagia yang amat teramat disana. wajahku tak
bisa berbohong, bahwa rasa itu ada untuk mu
dan yang terakhir karena belum ada izin dari pencipta untuk memandangmu terlalu dalam
karena semua itu lah
aku memilih untuk tetap menunduk dalam pandangan
menunduk dalam menatap ujung kakiku,yang persis menghadap ujung kaki mu pula
biarkan aku tetap menunduk dalam semua rasa yang bergejolak
hingga nanti aku benar-benar punya kekuatan lebih menatap matamu
dan pelan-pelan mengangguk iya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus