Langsung ke konten utama

ABOUT US (sepotong kisah 4)


 kali ini kami akan sedikit berbagi tentang rendra kisah yang menghiasi langkah perjuangan kami dalam mengemban amanah dakwah di SMA N 1 Gombong. Entah mungkin memang tidak terlalu penting kisah kami untuk kalian, tapi mungkin saja ada sekuntum hikmah yang bisa kalian petik, maka luangkan waktu  lima menit saja untuk membacanya (bisa jadi hanya 3 menit),  walau rangkai katanya tak seindah para pujangga, kisahnya tak sehebat ayat-ayat cinta, tapi disana terselip sebuah makna.
            Miftahul ‘ulum, bisa dikenal sebagai rohisnya smansago, walau sebenarnya  kami hanya sebuah majlis kecil yang semoga senantiasa diridhoiNya. Baiklah  disini kami tak akan membahas apa itu miftahul ulum, dan ada apa saja didalamnya, itu mungkin sudah penah ditulis oleh anggota yang lain jadi aku putuskan  kita akan menceritakan sisi lain kehidupan anak-anak MU, yang mungkin jarang terexpose, langka yang mengerti dan memahami karena kami bukanlah rumus matematika yang terlogika, atau rentetan sejarah yang biasa kalian hafal. Kami hanyalah sebuah majlis yang tengah berusaha membawa perubahan di sekolah kami, maupun pada diri kami sendiri.  Banyak orang yang mengira, tugas rohis itu hanya menyelenggarakan acara-acara  di hari besar islam saja, hanya bertanggung jawab akan event-event keagaman di sekolah saja. Tak salah memang, tapi mungkin kurang tepat. Menyelenggarakan event-event keagaaman itu memang salah satu bagian dari tugas kami. Tapi point yang terpenting dalam mengemban amanah ini bukanlah itu. Melainkan bagaimana dakwah islam tetap bisa tersyiarkan, bagaimana agar islam tetap tenar dikalangan sekolah, bagaimana agar mereka bisa menerima dakwah kita dan mau berusaha bersama-sama menuju kebaikan. Dan tugas inilah yang harus kami emban, jangan pikir itu semua mudah, bahkan beberapa kali kami terjatuh dalam lelah, harus berpeluh dalam raga juga jiwa, menelan sabar takterbilang berapa kalinya. Sebab tak semua bisa menerima, tak semua mau menghiraukan. Hanya seglintir saja yang mau ikut menoleh peduli, tentang syiar kebaikan ini. Sebab kebaikan memang tak selamanya hadir bersama kenyamanan  dan kesukaan. Bisa jadi apa yang kita kita tidak suka itu baik buat kita, apa  yang kita suka itu tidak baik buat kita (QS:2:216). Tapi bukankah memang surga itu hanya untuk orang-orang yang sedikit? Lihat saja, berapa banyak orang-orang yang lebih memilih meramaikan konser music favorit mereka, ketimbang mengisi masjid dengan rokaat-rokaat sholat.  Seringkali jamah pengajian kalah dengan jumlah penonton dangdut. Mari kita muhasabahkan diri kita. Sudahkah kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang sedikit?
            Di miftahul ‘ulum ini begitulah tugas kami, mengemban amanah dakwah di sekolah. Terkadang dakwah itu tersendat bukan karena faktor luar. Tapi tak jarang dikarenakan oleh  kami sendiri. Telinga ini kerap kali mendengar  penilaian mereka (mungkin juga kalian termasuk) tentang diri kami, anak-anak rohis. Disini rasa sabar harus banyak-banyak disediakan.  Banyak yang menyalahkan sikap kami atau kekhilafan pribadi menjadi  sebuah tinta yang tercemplungkan kedalam air susu, hingga pekat apa yang harusnya memang putih. Banyak nyanyian kata tak sedap yang kadang hampir dan menggoyahkan kokoh kaki kami.  "Anak rohis kok gitu?"
            Sebelumnya terimakasih akan semua kata yang kami anggap itu adalah kritikan, nasehat juga pengingat untuk kami. Ketika khilaf menyerang, maka mutlak itu salah kami. Bukan salah organisasi yang kami ikuti, bukan pula salah agama yang kami anut. Tapi khilaf kami itu adalah salah dari diri kami yang juga tengah berproses.  kami tengah belajar bersama, untuk mendalami islam, menyebarkannya, dan berusaha mengamalkannya. tapi dakwah itu bukanlah suatu hal yang instan, semua itu butuh proses, begitupun perubahan pada diri kami yang tengah berproses menuju islam yang kaffah, kami masih butuh bimbingan juga banyak nasehat, sebab khilaf  kami sering kali menjadi sebuah kesalah pahaman. Maaf  jika diri yang harusnya jadi panutan, tapi masih berpeluh kekhilafan, maaf jika tugas dakwah kami belum maksimal, tersebab belum semua optimal juga ketidak sempurnaan yang ada apa diri.  Kami jua tengah berusaha dalam belajar, untuk senantiasa memberikan yang terbaik, baik itu untuk perubahan dalam diri, untuk kemajuan organisasi, juga untuk syiar dienNya.  

            Untuk kawan-kawan seperjuanganku dalam titah jalan dakwah ini. Teruslah menegar dalam kokoh langkah kalian. Kutahu  pasti kan  berpeluh lelah, tapi jadikan semua itu lillah.  Saat beban terasa berat, maka kau punya banyak bahu untuk berbagi, dan bersandar. Banyak mulut yang kan turut mendoakan. Banyak tangan yang terulur untuk membantu. Kita bersatu bersebab dakwah, kita bersama bersebab tujuan jannah. Saat lelah menghampiri, maka ingat kabar gembira yang disampaikan oleh rosulNya bahwa surga disiapkan untuk orang-orang yang bersabar dalam jalanNya. Siapa yang menolong agama Alloh, maka pertolongan Alloh ada untuknya. Ukhuwah yang ada semoga tak mudah terlupa, kebersamaan yang tercipta, moga berlanjut jua di surga. Disisa tugas akhir dimasa jabatan kita, lakukanlah yang terbaik. Jika kelak jabatan kita di organisasi ini bisa purna maka tugas dakwah kita masih teremban sempurna. Hingga kemilau cahaya islam memancar keseluruh pelosok negri. 

salam jihad Mistahul 'Ulum masa jihad 2015/2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...