Langsung ke konten utama

GORESAN RINDU

KENANGAN TERAKHIR 

lagiii.... air maata berderai.... rindu itu tak akan pernah ada habisnya. abii.. ini goresanmu dalam dimensi rindu.....

Jum’ at 29 November 2013.
Malam itu tatapmu begitu sayu dan tergambar keletihan yang mendalam, dengan suara yang sendu engkau berucap padaku "Bi.... semua urusan ini besok akan selesai ". Karena tak mengerti apa yang engkau maksudkan sambil mengelus rambutmu aku menyahuti pelan " Urusan yang mana ?. Sambil menggerakan tanganmu engkau berkata lagi " Ya.. urusan semuanya " suaramu terdengar pelan dan tenang. " Urusan yang mana ?" tanyaku lagi karena aku belum juga mengerti apa yang engkau maksudkan. Tiba-tiba tangamu memegang tanganku cukup kencang, dengan suara parau dan bergetar " Bi ... umi harus mengatakan apa yach ?. Tiba-tiba ada perasan yang begitu hebat bergejolak dalam dadaku seiring tumbuhnya kesadaranku bahwa ini adalah isyarat perpisahan darimu, tak terasa ada butiran bening mengalir dari sudut mataku. Sambli menantap wajahmu lalu berkata " Mi ...maafkan abi yach ..." dengan suara yang tenang lalu engkau berkata " Ya... aku juga mohon untuk dimaafkan " aku mengangguk kecil lalu memeluknya erat erat.

Jum at 6 Desember 2013
Tujuh hari setelah jum at 29 November 2013 tepatnya pada hari jumat 6 Desember 2013 .
Setelah selesai sholat jum"at aku langsung bergegas keruang ICU, rasanya begitu ingin menemuimu sebab sejak engkau dimasukan keruang icu sekitar setengah jam sebelum jum atan aku belum sempat menengokmu. Buru sekitar lima menit aku duduk di depan ruang ICU, seorang perawat keluar dari ruang ICU kalau istriku dalam keadaaan kritis dan menyuruhku untuk mendapinginnya. Bergegas aku masuk kedalam ruang ICU dan menghampirinya, aku melihat engakau terbaring lemah, perlahan aku mendekat ke sebalah kananmu dan terus menerus mengucapkan kalimat talkin persis di telinnga kananya. Beberapa saat kemudian aku merasakan nafasnya mulai melemah, lalu aku melihat beberapa dokter menghampiri dan memberikan bantuan pemacu jantung. Sambil terus menerus mentalkim, aku terus memperhatikan dokter dokter itu berusaha memacu jantungnya, sampai suatu saat salah satu dokter yang masih saudaraku menatapku tajam dan mengangguk lau ada perasaan yang tak bisa aku lukiskan dengan kata kata. Perlahan aku usap wajahnya dan menutupkan kedua matanya.
ALLAHUMMAGHFIR LAHA
Sungguh aku telah ridho dan ikhlas atas hidup dan matimu.

Maaf sahabat aku menuliskan kisah ini, bukan untuk menularkan kesediahan tetapi semoga ini menjadi pelajaran agar kita semua lebih menyangi dan mencintai orang-orang yang mencintai kita selagi ia masih bersama kita karena sungguh perpisahan itu pasti akan datang.

Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak pula dapat memundurkannya (QS. al-Hijr [15]: 5; al-Mu’minun [23]: 43)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengakhirkan (kematian) seseorang jika telah datang ajalnya. Sesungguhnya bertambahnya umur itu dengan keturunan salih yang Allah karuniakan kepada seorang hamba, lalu mereka mendoakannya sesudah kematiannya sehingga doa mereka menyusulinya di kuburnya. Itulah pertambahan umur. (HR Ibn Abi Hatim dikutip oleh al-Hafizh Ibn Katsir di dalam tafsirnya QS. Fathir [35] : 11).
 
 from :  http://mustikajikebumen.blogspot.com/2014/01/kenangan-terakhir.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...