Langsung ke konten utama

BUKAN PERBINCANGAN BIASA (BPB)

malam itu....
ba'da maghrib...
"Daf kamu dah baca koran hari kemarin belum"
"emmh, belum, emang apa rah beritanya?"\
"ada musabaqoh tahfidzul quran dan hadist se asia pasifik lho, kebetulan indonesia itu jadi tuan rumahnya."
"wah, keren! mana rah aku pengin baca"....
ku sodorkan koran harian republika yang nampaknya sudah amat lecek. segera saja dafa menyambarnya...., matanya seketika fokus, menelan kata-demi kata yang tertulis.
"gimna keren gak? "
"keren... yakin.. wah kapan yah kita ikutan lomba gituan. se asia pasifik lagi.?"
"secepatnya.. kita bakal berdiri di panggung akbar itu. sekaligus jadi pemenangnya"
"aamiin ya rob.." doa kami serempak.
"rah, aku lho pengin beli al-quran terjemahan tafsiriah karya muhammad tholib yang kya punya ust haya itu loh..."
"sama aku juga!" (wkwkkw @#$%^&&)
"besok ustadzah beliin ya, mau gak" wah, suara itu tiba-tiba saja terdengar, ternyata semenjak tadi Ustdzah Yayah mendengarkan perbincangan kami. seketika aku ma dafa langsung menoleh, anggukan kami mantap senyum kami merekah penuh harap. wah.. wah...  mau.. mau......
"besok, kalau kalian dah jadi hafidzoh!", yah ternyata ada persyaratan yang kudu di penuhi...  ya, tapi tak pe!
"siap us, tunggu jha tiga tahun lagi." daffa berkata mantap.
"Klo bisa ustadzah tunggu satu tahun lagi. ok!"
"satu tahun?!?!?!....  semua itu butuh proses us. ya semoga Alloh memudahkan para hambanya  ini yang senantiasa berusaha untuk menjaga kalamNYa" aku menimpali.....
"amiin..."
"banyak sekali kemudahan dan keajaiban2 nantinya untuk para penghafal-penghafal Quran."
"lah us, aku ja yang hafalannya baru segini juga banyak kok keajaiban-keajaiban yang aku rasain, iya gak rah..."
"ya sob... Us... tunggu jha 10 atau 6 tahun lagi kita bakal balik lagi kesini, semoga saja.. kita sudah menjadi lazkar penjaga qur'an.... kita bakal bantu ustdzah, dan juga asatidz disini, untuk terus mengembangkan sayap pondok tercinta kita ini.
"ya, rah aku setuju. esok kita jadiin pondok kita pondok tahfidz...   pencetak generasi penjaga quran... kita bakal buat pondok kita, yang mungkin sekrang masih sederhana, tak terlalu terkenal.. tapi siapa tahu esok paling di cari... ! kita bakal memperjuangkan diinulloh lewat pondok kita!"
"Subhannalloh... semoga para malaikat2 Alloh mengamini harap kalian. ust catet itu semua, dan ustdzah Yakin kalian bisa menakhlukan itu semua!"
"us, catet juga! tak hanya tahfidzan nya yang ok. sesui dengan nama sekolah kita us LOGARITMA itu kan salah satu bagian dari matematika, maka kita juga harus konsekwn dengan nama itu... aku juga bakal balik lagi kesini dan mencatatkan sejarah baru bahwa OSN akan di menangkan oleh para santri penghafal quran. apalagi kalau sekarang kita lihat juara2 olympiade internasional itu kebanyakan non muslim.... bsk sejarah akan mencatat yang berbeda us!" gelora semnagtku tak tertahankan, bercampur dengan kata, dan menjelma menjadi motivasi diri.
"ya, betul banget rah! nanti aku  fokus yang ngampu tahfidzan ma b.Arabnya, kamu yang bidang akademik, matematika  ma sainsnya! unggul di kedua bidang itu... ilmu akherat dan dunia!"
"amin ya rob... ustdzah kan selalu mengiringi langkah kalian dengan doa... tetap semngat anak-anaku..  mimpi2 kalian telah menanti untuk di takhlukan!"
amiin.......
 malam itu, 13 rebruari.. sebuah cita dan harapan dari insan perindu jannah Nya tertoreh.. bukan hanya sekedar kata, mimpi akan cinta... tapi sebuah harap yang moga kan sellau tertuang dalam  aksi nyata......

bersama ukhty daffa najati... ukty rahma syahidah dan juga ustdzah nurul fauzeeya manshoor..








Komentar

  1. mantep2, semangat muda yang membara...
    mudah2an di mudahkan oleh ALLAH

    BalasHapus
  2. andai murid2ku spt kamu "pejuan pena"

    BalasHapus
    Balasan
    1. lahh aku gak diakui murid to ma kamu mas.. waktu itu kan njenengan pernah ngajar di kelas ku walau cuma beberapa hari hehheeh.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...