itu telah lama membuat ku canfused..... mungkin juga galau....
Tiga tahun lalu... diri ini mendamba.. akan menjalani hari_hari masa smp dalam pengembaraan yang jauh.. dulu nyesek banget.. liat kawan-kawan perjuangan ku kala sd, beberapa dari mereka memutuskan , tholabul 'ilmi jauh dari kota tinggal..
aku???? dulu aku pun punya cita yang sama.. bisa menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren nan jauh di sana bersama teman2 yang selalu haus akan ilmu... saat itu harap ku tertumpu pada sebuah ponpes di solo. Ummi juga setuju.. saat itu tujuan ku tk terlalu muluk, menjadi insan yang sholehah, sesuai namaku ini, karena itu lah harapan ummi, bukan deretan nilai sembilan, tapi akhlakul karimahlah, jika nanti ada keberhasilan prestasi lain.. ialah bonus dari TUHAN...
Tapi kawan kala itu aku harus benar2 mmendam semua harap ku utnuk mondok di luar.. sebab abi saat itu tengah merintis sebuah smp it di kota ku... dengan derai air mata aku ikhlaskan impian ku untuk mondok di luar terbang menghilang.....
Masa SMP.. gak seburuk apa yang aku banyangkan.. walau harus menerima nasib jadi angkatan ke dua lagi... tapi ternyata cukup mngesankan.. banyk hal yang aku dapet, yang mungkin gak di dpt oleh mrk yang merantau jauh..... dan kini AKU BANGGA MENJADI ANAK LOGARITMA. walau mungkin sekolah ku tak se mewah sekolah kalian........ sekolah ku tak se terkenal sekolah mu.. tp sekolah ku mempunyai lazkar-lazkar pembelajar yang tak ada si sekolah kalian.. ehhehehe...
sebuah pemahaman.. ingin menjadi anak soleh bukan berarti harus mondok yang jauh, tapi jika ingin menjdi pribadi yang soleh itu tergantung bagaimana niatan dan usaha kita......
kawan.., apakah setelah itu harap ku tak muncul lagi? TIDAK! mengelana ke tempat yang jauh untuk tolabul ilmi.. itu muncul lagi ketika masa2 kelas 3.... kali ini pndok tahfidz menjadi incaran ku... pesan ummi juga ,sangat berharap aku bisa kembali melanjutkan ke sebuah pondok....
semakin lama belajar, semakin banyak saja yang belum aku ketahui.... banyak sekali mimpi2 yang yang sudah aku sandarkan jika nanti aku kembali meneruskan di pondok pesantren.. sebab saat itu sekolah negri memang tak pernah muncul dalam benak ini....
tapi, bukan kah hidup ini tak selamanya sejalan dengan apa yang kita perkirakan...
masuk ke sebuah pondok pesantren itu kini menjadi sebuah pertimbangan yang berat... apalagi jika ku tengok kondisi sekarang.....
tegakah aku meninggalkan abi seorang diri.. dengan ke tiga adiku yang masih usia anak2.....
setelah ummi tiada.. aku lah yang bertanggung jawab dengan adek2 ku setelah abi, aku ni anak mbarep.. menjadi sosok kakak untuk mereka.. tapi sekaligus juga sosok seorang ibu... walau usia dan kedewasaan ku masih butuh penempaan....
sma negri??? tak selamnaya buruk... semua punya plus minus tersendiri, siapa bilang masuk negri gak bisa jadi hafidz????? siapa bilang klo pengin bisa b arab dan pgn jadi anak soleh harus masuk pondok????
justru mungkin di sma negri nanti kita bisa jadi agent of change! disitulah dakwah kita di tuntut untuk brkoar!
aku???? tuhan aku serah kan alur ini pada MU.....
aku tahu Alloh itu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita minta.....
terkadang yang terbaik menurut Alloh tak sebaik dalam pandangan manusia...........
manakah yang nanti akan ku tempuh?????

Komentar
Posting Komentar