
tentang derai tangis yang tak pernah bekesudahan
darah yang terus tertumpah tak tertahankan
dentum bom juga deru peluru yang memeka
kakn
telahh menjadi derita harian
jika aku anak palestina
akankahh raga ini bisa tetap tegar dalam tangis kehilangan
akankahh keikhlasan dalam diri mampu menerima dengan lapang
tentang kisah yang menimpa dalam gores hidupku
akan arti kehilangan
mereka sepertinya lebihh mengertii dan terbiasa...
ah, harusnya aku bisa setegar mereka
tetap kokoh melangkah dengan semangat badar
bagi mereka
berpisah itu untuk bertemu...
sebuahh azzam yang tertanam mantap
dalam jiwa-jiwa perindu jannah
jika aku anak palestin
akan kokhkah tegak kaki ini ketika peluru menghujam
tak getarkah tuk serta ber intifadhoh hadapi besi-besi rasaksa
denagnn tangan mungil dan batu-batu asa
menantang peluru-peluru maut.....
jika aku anak palestin
siapkahh untuk berteman dengan senjata
berkawan dengan darah dan luka
bercengkrama dengan raga tak bernyawa..
memandang puing-puing reruntuhandan senandung dentuman yang tak indah
jika aku anak palestin
siapkahh untukk kecewa pada dunia
yang tak lagi dengar derita yang di rasa
diacuhkan dan tak di dengar
melihat kenyamanan dunia dalam penderittan yang tak bertepi
sanggupkahh????
mereka ialah jiwa-jiwa terpilih untuk mengemban ujian luarbiasa
dengan ketegaran yang tak ada ragu...
bagi mereka peluru-peluru yang menembus dada mereka sejatinya adalah untuk menembus jananh NYA..
good..
BalasHapusthank's!
BalasHapus