“Naungan
Ukhuwah”
“Tidak sempurna iman
seseorang di antara kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti halnya ia
mencintai saudaranya seperti halnya mencintai dirinya sendiri”
Hadits di atas nampaknya sudah tak asing lagi di telinga kita.
Kerap kali disampaikan para ustadz di sekolah,guru ngaji atau Kalian temui
sendiri dalam sumber lain. Tapi bagaimanakah dengan realita yang nyata akan
penerapannya dalam kehidupan ini?Itulah yang masih jarang kita jumpai. Yang ada,
malah banyak pemandangan miris terjadi.
Tentang bentuk ke-egoisan yang semakin lama
makin menjadi hal yang wajar. Kepedulian terhadap sesama juga makin terkikis. Coba tengok saja tindak kejahatan
korupsi yang kini telah menjamur di negeri kita.Itu sudah mampu membuktikan
minimnya rasa persaudaraan yang ada. Para koruptor tak pernah peduli dengan
nasib rakyat yang tengah meringis akan paceklik, melainkan membuat rakyat
semakin tercekik dengan ulah mereka yang terus-menerus menggerogoti uang negara. Dengan
rakyat dan bangsanya sendiri mereka sudah tak peduli, lalu bagaimana dengan
nasib saudara-saudara muslim yang dibantai di Afganistan,Palestina, dan Suriah?Mungkin
mereka telah mengambil sikap “Tak mau
tahu, Bodo amat, Emang Gue pikirin”.Lalu dimanakah ukhuwah itu ada?Bagaimana
mau bisa mencapai kesempurnaan iman jika tingkah masih seperti itu?yang ada
malah kehilalangan iman.
Berikut sebuah kisah yang mungkin
juga sudah familiar untuk kita.Kisah yang mengajarkan tentang indahnya sebuah
ukhuwah, tentang besarnya kepedulian dan kecintaan terhadap sesama.Medan Yarkmuk
telah menjadi saksi atas semua itu. Kala
itu Harits bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahl,dan Iyash bin Abi Rabuah terluka
sangat parah, akibat dari peperangan yarkmuk. Tepat saat itu seorang penolong
datang membawa sebotol minum.Harits meminta minum untuk sedikit meredakan
dahaganya. Tapi ia urungkan demi melihat saudara nya Ikrimah, dalam keadaan luka di sekujur tubuhnya. Harits
mengisyaratkan dengan tangannya agar penolong itu memberikan airnya ke Ikrimah.
Setelah sampai pada ikrimah, hal yang
sama pun terjadi. Ia mengurungkan untuk meminumnya, karena melihat Iyash lebih
membutuhkannya , dan mengisyaratkan supaya air itu di berikan saja kepadanya. Penolong itu pun segera berlari ke arah
Iyash, belum sempat Iyash meneguk air itu, malaikat maut sudah terlebih dahulu
mengambil nyawanya. Penolong itu pun kembali berlari ke arah Ikrimah, tapi
keadaanya sama, ia sudah mendapatkan syahid, dan penolong itu berlari lagi
kepada Hisyam, Hisyam pun telah menemui kesyahidannya.Subhanallohsebuah kisah persahabatan yang begitu indah. Disanalah
terdapat sebuah ikatan, ukhuwah yang terbangun begitu erat, dan sebuah teladan cerminan
nyata akan hadist di atas. Dan negeri kita kini tengah dilanda krisis
kepedulian.Pemimpin yang sudah tak lagi amanah, juga rakyat yang semakin
anarki.
Coba kita renungi lagi sebuah ayat
al-qur’an yang mengatakan bahwa“Sesungguhnya setiap orang-orang mukmin
adalah saudara”. Kita semua, seluruh umat islam di dunia ini harus
senantiasa merasa saling memiliki, karena memang sejatinya setiap muslim adalah
saudara bagi muslim lainnya. Jadi jangan pernah merasa tenang dan biasa saja
ketika orang-orang muslim di luar sana tengah menjerit dalam derita, jangan
pernah merasa nyaman, jika ternyata pembantaian masih kerap di lakukan. Karena
kita layaknya satu tubuh, ketika ada
anggota yang luka maka yang lain juga ikut merasan perih, itulah sebuah
persaudaraan yang didamba .
Ukhuwah itu berarti sebuah ikatan, kita terikat dalam sebuah
aqidah dan kepercayaan yang sama. “AsyhaduanLaa
ilaaha Illalloh, wa Asyhadu annaa Muhammadar Rosuululloh.......”sebuah
kalimat yang mempersatukan kita dalam perbedaan.Sebuah kaliamat yang nantinya
bisa mempertemukan kita diindahnya Jannah,
kalimat maha agung,yang menjadi kunci kebahagian sejati. Pembaca yang di
rahmati Alloh, ada satu hal yang selama
ini menghantui orang-orang kafir, yang
apabila sesuatu itu terjadi maka bagi
mereka ialah awal sebuah kehancuran mereka sendiri. Apakah itu?Kesatuan umat
muslim di seluruh dunia. Itualah yang amat di takutkan orang-orang kafir selama
ini.Mereka takut jika kalau kita bersatu
dalam satu kekuatan. Karena mereka tahu, jika umat muslim telah bersatu maka
sangat sulit mencari celah disana. Dan kini orang-orang kafir tengah gencar
menerapkan strategi perpecahan diantara kita. Dengan cara merusak idiologi
pemuda-pemuda kita. Lewat film, lagu dan teknologi yang mereka edarkan. Tanpa sadar itu semua
telah melenakan kita, merusak pola berpikir dan hati kita.Tapi anehnya banyak
dari remaja-remaja tak sadar bahwa dirinya telah masuk dalam perangkap orang
kafir.
Hidup ini memang selalu menyajikan sebuah pilihan.Begitupun
dengan masalah umat kini. Ikut bergabung dalam laskar perubahan atau membiarkan semua mengalir apa adanya
tanpa sebuah perjuangan. Disinilah sebuah naungan sangat di butuhkan.Kesatuan
telah lama didamba, ikatan itu bisa saja kendor
dan bahkan lepas.Kalian para laskar yang telah menyatakan pilihan untuk
ikut melakukan gerakan perubahan,menjadi agent
of change, kembalilah dalam naungan ukhuwah. Naungan yang akan
mempersatukan kita dalam ikatan erat yang akan membuat gentar para musuh yang
ada. Bersatulah dan berhentilah membuat
sebuah perpecahan karena itu hanya akan membuat musuh-musuh kita bersorak penuh
kemenangan!
Memulai dari hal yang kecil dengan terus meningkatkan
kepedulian yang ada terhadap sesama, kembalilah dalam naungan ukhuwah ^^9 .

datar saja
BalasHapus