kembali, untuk kesekian kalinya aku dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah, bulan dengan pahala berlimpah, ampunan dan rahmat Nya yang silih berganti selalu mengahmpiri.... tak lelah tak juga bosan, menyapa diri yang masih bersusah payah dalam seok langkahnya untuk terus menghamba pada pemilik cinta...
masih basah dalam memori, saat tangan nya yang sudah tak lagi sehalus dulu, (karena mungkin guratan ujian dan cobaan hidup tergores tajam di tanganya) tapi tak apa, tetap aku rasakan cinta yang amat sangat disana. disenandung suaranya, aku juga juga temukan kasih sayang yang tak akan pernah usai, setiap aku tatap wajahnya ketegaran juga kesabaran yang tak biasa terpancar.. ketulusan itu ah, semuanya benar2 membuatku rindu....
dua tahun yang lalu, suaranya masih kerap kali membangunkan ku dalam lelap, menyadarkan dalam buai mimpiku, masakannya juga masih menemani menu buka dan sahur ku. nasehat-nasehatnya kerap kali jadi selingan-selingan penuh arti dalam hidup....
tak ada yang mengaka kawan, dua tahun yang lalu adalah ahkhir kebersamaanku dengan nya..
wanita yang selalu sederhana dalam berpenampilan, ringan tangannya dalam berbagi, dengan senyum yang selalu menutupi sakit yang ia rasakan.. wanita yang hingga kini masih jadi nomor satu dalam hidupku.. wanita yang kerap kali ku panggil UMMI dalam hidupku
sudah, itu dukaku, duka dua tahun lalu yang hingga kini masih kerap aku rasakan, tapi setidaknya telah mengajariku banyk hal.. MASAK, salah satunya.. eh hehhe.. keadaan menuntutku harus bisa masak . romadhon kali ini dan seterusnya, aku yang menggantikan tugas ummi, untuk menyiapkan menu buka dan sahur, harus bangun lebuh awal dari semua, menyiapkan lalu membangunkan adik2 satu persatu, (biasanya paling susah amel). tp gpp lumayan buat bekal esok, klo dah punya emhh punya apa ya.. he yang jelas gak malu2in didepan suami ama anak-anak besok.. masa umminya gak bisa masak.. ( halah mba mikirnya jauh men..) biar :p
romadhon ini adalah romadhon ke 16 dalam hidupku..
tapi akankah ia berlalu sama dengan yang lalu??
merugilah kita jika ia tak ubahnya seperti tahun lalu..
akankah ada kesempatan romadhon lagi tahun depan dalam hidup kita?
atau jangan2 ini yang terakhir kawan..
lagi-lagi kita hanya manusia, pengetahuan kita terbatas.. amat terbatas apalagi soal takdirNya..
mengintip saja tak bisa
tak ada yang tahu, akankah esok senyum kita kembali bisa menyapa bulan suci ini
sekali lagi, gores takdirNya amatlah rapat..
karena itulah, kita tak tahu batas usia kita, sampai kapan jantung ini akan kuat memompa, nafas yang entah kapan akan terus berhembus...
maka, bagaimana hati kita? sudah kah tunduk dalam sujudnya?
bagaimana cinta kita sudah kah kita tempatkan pada yang selayak NYa?
karena itu mari di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, kita perbaiki niat, harumkan lagi hati kita dengan dzikir, ramaikan telianga kita dengan senandung kalamnya, biarkan mulut kita terus merangkai ampunan, biarkan air mata membasahi dalam tunduk sesal kita dalam khilaf
bersujudlah lebih dalam, merukuk penuh hamba, menegak dalam sholat lebih lama.
, kembalilah meniti dalam indahnya jalan dalam naungan Ridhonya...
masih basah dalam memori, saat tangan nya yang sudah tak lagi sehalus dulu, (karena mungkin guratan ujian dan cobaan hidup tergores tajam di tanganya) tapi tak apa, tetap aku rasakan cinta yang amat sangat disana. disenandung suaranya, aku juga juga temukan kasih sayang yang tak akan pernah usai, setiap aku tatap wajahnya ketegaran juga kesabaran yang tak biasa terpancar.. ketulusan itu ah, semuanya benar2 membuatku rindu....
dua tahun yang lalu, suaranya masih kerap kali membangunkan ku dalam lelap, menyadarkan dalam buai mimpiku, masakannya juga masih menemani menu buka dan sahur ku. nasehat-nasehatnya kerap kali jadi selingan-selingan penuh arti dalam hidup....
tak ada yang mengaka kawan, dua tahun yang lalu adalah ahkhir kebersamaanku dengan nya..
wanita yang selalu sederhana dalam berpenampilan, ringan tangannya dalam berbagi, dengan senyum yang selalu menutupi sakit yang ia rasakan.. wanita yang hingga kini masih jadi nomor satu dalam hidupku.. wanita yang kerap kali ku panggil UMMI dalam hidupku
sudah, itu dukaku, duka dua tahun lalu yang hingga kini masih kerap aku rasakan, tapi setidaknya telah mengajariku banyk hal.. MASAK, salah satunya.. eh hehhe.. keadaan menuntutku harus bisa masak . romadhon kali ini dan seterusnya, aku yang menggantikan tugas ummi, untuk menyiapkan menu buka dan sahur, harus bangun lebuh awal dari semua, menyiapkan lalu membangunkan adik2 satu persatu, (biasanya paling susah amel). tp gpp lumayan buat bekal esok, klo dah punya emhh punya apa ya.. he yang jelas gak malu2in didepan suami ama anak-anak besok.. masa umminya gak bisa masak.. ( halah mba mikirnya jauh men..) biar :p
romadhon ini adalah romadhon ke 16 dalam hidupku..
tapi akankah ia berlalu sama dengan yang lalu??
merugilah kita jika ia tak ubahnya seperti tahun lalu..
akankah ada kesempatan romadhon lagi tahun depan dalam hidup kita?
atau jangan2 ini yang terakhir kawan..
lagi-lagi kita hanya manusia, pengetahuan kita terbatas.. amat terbatas apalagi soal takdirNya..
mengintip saja tak bisa
tak ada yang tahu, akankah esok senyum kita kembali bisa menyapa bulan suci ini
sekali lagi, gores takdirNya amatlah rapat..
karena itulah, kita tak tahu batas usia kita, sampai kapan jantung ini akan kuat memompa, nafas yang entah kapan akan terus berhembus...
maka, bagaimana hati kita? sudah kah tunduk dalam sujudnya?
bagaimana cinta kita sudah kah kita tempatkan pada yang selayak NYa?
karena itu mari di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, kita perbaiki niat, harumkan lagi hati kita dengan dzikir, ramaikan telianga kita dengan senandung kalamnya, biarkan mulut kita terus merangkai ampunan, biarkan air mata membasahi dalam tunduk sesal kita dalam khilaf
bersujudlah lebih dalam, merukuk penuh hamba, menegak dalam sholat lebih lama.
, kembalilah meniti dalam indahnya jalan dalam naungan Ridhonya...
Komentar
Posting Komentar