Muslimah itu kudu kalem..
sempet beropini begitu, bahwa muslimah yang ideal itu muslimah yang kalem, yang anggun, lembut, diem, mingkem, gak kebanyakan tingkah. weh pokonya kalem jaim gitu deh..
sempet juga pernah berusaha untuk menjadi orang lain, ada seorang kk yang jadi figur akhwat ideal buat aku. orang nya kalem, pendiem, klo jalan pelan2 lemah lembut banget, kata-kata nya cantik, parasnya ayu. weh, pokonya bagiku dia tuh mencirminkan akhwat sejati yang kaffah. pengin kayak gitu, karena waktu itu gue mikir emang seorang muslimah harusnya gitu, anggun diliatnya.
gue nyoba, buat jadi kalem. sejam, dua jam, lima jam, sehari...... dua hari, tiga hari.... lumayan bisa, tapi seterusnya...... gue nyerah deh heheh
alhasil, gue gak kuat. heheh, melambaikan tangan ke kamera, so, aku ini bukan tipe akhwat, yang suka diem mingkem udah. aku akhwat dengan pembawaan supel, seneng ngomong, seneng ngritik, penuh eskpresi apalagi sejak masuk club puisi sastra ningratnya pak nanang heheh, makin berkekspresi deh gue, intinya susah buat cuma diem doang. beberapa hari nyoba buat jadi kalem, bukanya kenyamanan yang aku rasain tapi malah tertekan, banyak emosi, dan potensi yang terpendam. dan akhirnya aku mendapat sebuah pencerahan......
tatkala membaca kisah kisah wanita pejuang islam..
sungguh, menggetarkan sekali kisah-kisah mereka. seorang perempuan muslimah, tak hanya pandai dalam berilmu, tapi juga pandai memainkan pedang, tak hanya anggun akhlaqnya tapi juga lihai dalam berkuda, dan memanah. betapa irinya diri ini, betapa malunya jiwa ini ketika melihat apa yang telah aku lakukan belum ada secuil dari perjuangan mereka.
lihat saja Nusaibah binti Ka ab, dengan tangguhnya ia menghadang serangan musuh yang tertuju pada Rosululloh, merelakan luka pada tubuhnya untuk melindungi kekasih Alloh, begitu lihai mengayunkan pedangnya, tanpa getar akan maut yang kapan saja bisa merenggutnya, janji nya untuk sanggup mati di jalan Alloh, telah terpatri dalam hatinya untuk ditepati. sunggub tanguh muslimah yang satu ini, bahkan sampai merelakan kehilangan satu tangannya demi membela diennya
atau tengok lah kisah Khaulah binti Azur, kesatria berkuda hitam. yang dengan gagah beraninya maju ketengah pertempuran, menggunakan pakainan tertutup serba hitam dengan menunggangi kudanya, dalam sekejab mampu melibas tiga orang musuh dengan kemamuan pedangnya yang lihai. membuat panglima kholid bin walid dan pasukannya tercengang, apalagi setelah mengetahui kesatria itu adalah seorang wanita.
Allohu Akbar, luar biasa sekali kisah muslimah tangguh pembela islam.
dari dua kisah itu aku belajar, untuk menjadi wanita yang tangguh, tak hanya diam mengiayakan.
. Bunda khadijah tercinta begitu dewasa, bijaksana dan tenang. Sedangkan Bunda Aisyah begitu berenergi, semangat dan pencemburu. Keduanya ketika mencelupkan diri kepada islam tak merubah sifat sebelumnya (kecuali sifat buruk tentunya) Begitupun khalifah Umar bin Khattab, saat menjabat tak berusaha menjadi Khalifah Abu Bakar. Mereka punya porsinya masing2. Bsa diambil intinya? Tiap kita sudah Allah amanahkan dgn potensi dan tiap potensi punya pos-pos amalan shalih tersendiri. Kurang ahsan rasanya menghakimi saudari kita yg tidak kalem dan langsung mencibirnya sebagai muslimah yg kurang kaffah. Etapi tetap ada batasnya. Segala sesuatu yg berlebihan itu gak baik. Rempong boleh kok kalau dalam kebaikan. Bawel boleh kok kalau itu untuk kebaikan (prinsip utama : bicara yg baik atau diam) Jadi hijrah dan berubah gak mesti membuat kita jadi orang lain. Tapi mengarahkan potensi yg kita punya kepada jalan kebaikan. Selama gak melanggar nilai2 syari, kenapa harus dihakimi? Kita tetap butuh saudari yg bawel untuk mengingatkan dengan santun. Tetap butuh yang superaktif untuk menggerakkan yang pasif. Tetap butuh yang ceria untuk menghangatkan suasana. So, Be your self with Sibghotalloh.
klo muslimah islam kalem semua, gimana donk dakwah akan tersiar luas, klo misal muslimah nya diem, pasif, gimna donk dakwahnya akan jalan. so, islam butuh penggerak juga, islam masih merindu akan musliamah yang tangguh. merindu akan sosok nusaibah binti kaab , khaulah binti az zaur, aisyah binti abu bakar, dan islam juga merindu akan sosok khodijah....
sempet beropini begitu, bahwa muslimah yang ideal itu muslimah yang kalem, yang anggun, lembut, diem, mingkem, gak kebanyakan tingkah. weh pokonya kalem jaim gitu deh..
sempet juga pernah berusaha untuk menjadi orang lain, ada seorang kk yang jadi figur akhwat ideal buat aku. orang nya kalem, pendiem, klo jalan pelan2 lemah lembut banget, kata-kata nya cantik, parasnya ayu. weh, pokonya bagiku dia tuh mencirminkan akhwat sejati yang kaffah. pengin kayak gitu, karena waktu itu gue mikir emang seorang muslimah harusnya gitu, anggun diliatnya.
gue nyoba, buat jadi kalem. sejam, dua jam, lima jam, sehari...... dua hari, tiga hari.... lumayan bisa, tapi seterusnya...... gue nyerah deh heheh
alhasil, gue gak kuat. heheh, melambaikan tangan ke kamera, so, aku ini bukan tipe akhwat, yang suka diem mingkem udah. aku akhwat dengan pembawaan supel, seneng ngomong, seneng ngritik, penuh eskpresi apalagi sejak masuk club puisi sastra ningratnya pak nanang heheh, makin berkekspresi deh gue, intinya susah buat cuma diem doang. beberapa hari nyoba buat jadi kalem, bukanya kenyamanan yang aku rasain tapi malah tertekan, banyak emosi, dan potensi yang terpendam. dan akhirnya aku mendapat sebuah pencerahan......
tatkala membaca kisah kisah wanita pejuang islam..
sungguh, menggetarkan sekali kisah-kisah mereka. seorang perempuan muslimah, tak hanya pandai dalam berilmu, tapi juga pandai memainkan pedang, tak hanya anggun akhlaqnya tapi juga lihai dalam berkuda, dan memanah. betapa irinya diri ini, betapa malunya jiwa ini ketika melihat apa yang telah aku lakukan belum ada secuil dari perjuangan mereka.
lihat saja Nusaibah binti Ka ab, dengan tangguhnya ia menghadang serangan musuh yang tertuju pada Rosululloh, merelakan luka pada tubuhnya untuk melindungi kekasih Alloh, begitu lihai mengayunkan pedangnya, tanpa getar akan maut yang kapan saja bisa merenggutnya, janji nya untuk sanggup mati di jalan Alloh, telah terpatri dalam hatinya untuk ditepati. sunggub tanguh muslimah yang satu ini, bahkan sampai merelakan kehilangan satu tangannya demi membela diennya
atau tengok lah kisah Khaulah binti Azur, kesatria berkuda hitam. yang dengan gagah beraninya maju ketengah pertempuran, menggunakan pakainan tertutup serba hitam dengan menunggangi kudanya, dalam sekejab mampu melibas tiga orang musuh dengan kemamuan pedangnya yang lihai. membuat panglima kholid bin walid dan pasukannya tercengang, apalagi setelah mengetahui kesatria itu adalah seorang wanita.
Allohu Akbar, luar biasa sekali kisah muslimah tangguh pembela islam.
dari dua kisah itu aku belajar, untuk menjadi wanita yang tangguh, tak hanya diam mengiayakan.
. Bunda khadijah tercinta begitu dewasa, bijaksana dan tenang. Sedangkan Bunda Aisyah begitu berenergi, semangat dan pencemburu. Keduanya ketika mencelupkan diri kepada islam tak merubah sifat sebelumnya (kecuali sifat buruk tentunya) Begitupun khalifah Umar bin Khattab, saat menjabat tak berusaha menjadi Khalifah Abu Bakar. Mereka punya porsinya masing2. Bsa diambil intinya? Tiap kita sudah Allah amanahkan dgn potensi dan tiap potensi punya pos-pos amalan shalih tersendiri. Kurang ahsan rasanya menghakimi saudari kita yg tidak kalem dan langsung mencibirnya sebagai muslimah yg kurang kaffah. Etapi tetap ada batasnya. Segala sesuatu yg berlebihan itu gak baik. Rempong boleh kok kalau dalam kebaikan. Bawel boleh kok kalau itu untuk kebaikan (prinsip utama : bicara yg baik atau diam) Jadi hijrah dan berubah gak mesti membuat kita jadi orang lain. Tapi mengarahkan potensi yg kita punya kepada jalan kebaikan. Selama gak melanggar nilai2 syari, kenapa harus dihakimi? Kita tetap butuh saudari yg bawel untuk mengingatkan dengan santun. Tetap butuh yang superaktif untuk menggerakkan yang pasif. Tetap butuh yang ceria untuk menghangatkan suasana. So, Be your self with Sibghotalloh.
klo muslimah islam kalem semua, gimana donk dakwah akan tersiar luas, klo misal muslimah nya diem, pasif, gimna donk dakwahnya akan jalan. so, islam butuh penggerak juga, islam masih merindu akan musliamah yang tangguh. merindu akan sosok nusaibah binti kaab , khaulah binti az zaur, aisyah binti abu bakar, dan islam juga merindu akan sosok khodijah....

Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
BalasHapusSistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
Memiliki 8 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
Link Alternatif :
arena-domino.net
arena-domino.org
100% Memuaskan ^-^