ini adalah jumat kesekian kalinya yang aku lewati.
tak jauh berbeda dengan rutinitas jumat sebelumnya. di SMA ku jumat selalu tak lepas dengan rutinitas doa jumat, emh semacam yasinan bareng gitu, ntar ada yang mimpin di depan, mirip kayak tahlilan. aku masih belum menemukan dalil yang bersangkutan tentang itu, setahuku jumat itu lebih disunah kan untuk mebaca surah al-kahfi, maka dari itu kadang klo misal lagi pada yasinan, aku diem-diem baca surah al-kahfi :)
aku suka hari jumat
selain mempunyai banyak keutamaan, di hari jumat inilah jadwral istirahatku lebih panjang, klo biasanya dari jam 11.45-12.30 ini dari jam 11-00 ampe jam 13.00 yey... lumayan dua jam, bisa buat tidur siang di uks eh....
saat itu setelah doa jumat siang usai, aku menemui salah satu teman di musola, dia sedang bertugas mengisi kajian keakhwatan yang juga rutin diadakan setelah doa jumat siang, tapi ini khususon buat kelas X akhwat dan di lakukan secara bergilir. kegiatan keagamaan di SMA ku ini memang cukup bagus, aktif dan ya lumayanlah amat mendukung dakwah yang ada...
aku dan dia dulu kita satu smp, satu naungan atap, tiga tahun sekamar, dan sekarang kita ditakdirkan bersama pula dalam menempuh perjuangan di SMA. dan akhir-akhir ini kita jarang ketemu, so selain beda jurusan, beda kesibukan pula dia di baur nisaiyah, aku dakwah islam, beda kelompok mentoring juga. ya sudah makin jarang kita bertemu. tapi jumat ini aku sempatkan untuk menyapanya... untuk sedikit berbincang dengannya.
"gimana kabar hafalanmu fir?" itu salah satu tanya yang kusampaikan
"kamu sendiri gimana rah?" yaelah, gak senengnya tuh gini, gue nanya malah ditanya balik...
jujur kita berdua suka galau bareng soal maslah nasib tahfidz kita yang makin mengenaskan,
nah, maka dari itu siang itu sebelum dhuzur berkumandang kita putuskan untuk murojah bareng, modelnya kayak yang hafidz indonesia, gantian se ayat se ayat wkkkww.... biar lebih asyik
setelah usai menunaikan sholat dhuhur, aku berniat buat ngelanjutin murojaah lumayan masih ada waktu satu jam sebelum masuk, dan kebetulan hasrat buat tidur siang udah ilang. tapi mendadak urung ketika salah seorang adik kelas menghampiriku. mukanya murung sekali, ada hal yang ingin di sampaikan. ah benar saja... ia mulai mengadu sedikit demi sedikit hal yang mengganjal. dia adik kelasku sejak smp, sama-sama kita jebolan dari lembaga pendidikan yang serupa. jadi aku mengenali benar adik kelasku itu.
"mba, aku belum nemuin titik semangat di sekolah ini mba.. semuanya kerasa beda banget sama waktu di pondok, mulai dari guru-gurunya yang beda banget, cara jelasinya yang entah kenapa susah ditangkep, perhatiannya kemurid, jauhlah ama ustdzah2 kita dulu, terkesan jadi cuma yang penting ngajar gitu...
trus hijab anatara cowo cewe juga buat aku risih mba, lah.. kenapa anak-anak rohisnya juga ada yang suka lupa jaga jarak ama lawan jenis, diskusi sih diskusi, tapi ya mbok, inget ada batas yang harus dijaga disana, diskusi kok berudan, diskusi kok ampe ketawa2 gak wajar gitu...
aku masih takut mba klo ngobrol ama cowo,
oh ya mba trus aku juga ngrasa bakalan banyak waktu kita yang terbuang. sekolah kebanyakan tugas...
liat temen2 yang lanjut di pondok tuh enak, saat hafalan mereka dah jauh kita disini masih sibuk berkutat dengan seambreg pe er tugas, presentasi, makalah ini lah itulah.. huftt
kadang klo misal lagi reunian atau kumpul gitu suka minder bawaannya... ah pokoknya aku belum nemu semangat disini mba..."
deg.... ucapannya mengingatkan ku akan keadaan diri ini setahun yang lalu, saat masih sama-sama menjajal perjuangan baru..
bukankah dulu aku juga pernah mengeluhkan hal yang sama... bukankah dulu aku juga merasakan down yang serupa. merasa mereka-mereka terlalu beruntung dan aku terpinggirkan. ah, tapi itu dulu, sebelum aku bisa melihat lebih bijak lagi semua ketentuanNya.
dan tentang semangat sungguh, sampai detik ini aku masih berusa terus mencarinya agar tak mudah redup dan selalu berpijar semangat itu harus terus dicari dan dibangun kekokohanNYa
bukankah dulu aku juga pernah mengeluhkan hal yang sama... bukankah dulu aku juga merasakan down yang serupa. merasa mereka-mereka terlalu beruntung dan aku terpinggirkan. ah, tapi itu dulu, sebelum aku bisa melihat lebih bijak lagi semua ketentuanNya.
dan tentang semangat sungguh, sampai detik ini aku masih berusa terus mencarinya agar tak mudah redup dan selalu berpijar semangat itu harus terus dicari dan dibangun kekokohanNYa
de.. itu lah dinamakan tantangan, itulah yang dinamakan dengan perjuangan, kau tahu hidup yang berseni itu adalah hidup yang penuh terjalan, selalu ada liku, gelombangnya juga turut serta mewarnai disanalah seni kehidupan mu di uji,
de.. semua ini ada bukan untuk dibedakan, jika kau terus membandingkan, aku takut rasa syukur yang ada akan menipis.
jangan letakan fokus pada kekurangan, karena itu sama saja memadamkan sinarmu sendiri.
perbedaan yang ada biarlah ada, jangan jadikan itu alasan mu untuk meredup, tapi jadikan ia sebagai pelecut bara semangat pembuktian berbungkus prestasi :)
perbedaan yang ada biarlah ada, jangan jadikan itu alasan mu untuk meredup, tapi jadikan ia sebagai pelecut bara semangat pembuktian berbungkus prestasi :)
de, kita terjun di lingkungan yang hetrogen. gak semuanya satu paham dengan kita, satu pemikiran juga tujuan , maka dari itu tugas kita adalah memberi pengertian yang seharusnya pemahaman yang semestinya, tentu yang berlandaskan akan syariatNya. begitu pula juga dengan
mereka anak-anak rohis, termasuk mba juga, kami tengah belajar bersama, untuk mendalami islam, menyebarkanNYa, dan berusaha mengamalkannya. tapi dakwah itu bukanlah suatu hal yang instan, semua itu butuh proses, begitupun perubahan pada diri kami yang tengah berproses menuju islam yang kaffah, kami masih butuh bimbingan juga banyak nasehat, sebab khilaf kami sering kali menjadi sebuah kesalah pahaman....
percayalah semua ketentuanNya itu indah, tinggal bagaimna kita mensyukurinya
terkadang Alloh memberikan bukan apa yang kita inginkan tapi Dia memberikan apa yang kita butuhkan
niatkan semua ini untuk Nya, insha Alloh jalan mu akan mudah..
ah, sejatinya semua nasehat itu juga teruntuk diri ini, yang masih kerap merlumur khilaf
percayalah semua ketentuanNya itu indah, tinggal bagaimna kita mensyukurinya
terkadang Alloh memberikan bukan apa yang kita inginkan tapi Dia memberikan apa yang kita butuhkan
niatkan semua ini untuk Nya, insha Alloh jalan mu akan mudah..
ah, sejatinya semua nasehat itu juga teruntuk diri ini, yang masih kerap merlumur khilaf

Komentar
Posting Komentar