Langsung ke konten utama

HUTANG HARIAN

lagi iseng baca-baca web nya ust yusuf mansyur, sebenarnya bukan hanya sekedar iseng aja, tapi emang diniatkan sedang mencari pencerahan, untuk membangkitkan motivasi diri karena jujur emang lagi butuh banyak motivasi biar gak nge-down (habisnya nunggu disemangatin ama kamu, eh kamunya malah gak peka --" *gkbenerankok*), selain itu juga pengin nambahin wawasan ilmu ku yang bener-bener masih dangkal, cetek kayak kubangan air yang suka buat kecehan ama anak kecil itu, hee ya pokoknya masih ngrasa apalah banget lah dibanding ama kamu  ah udah sedih gue.
lagi berusaha nyari bahan buat nge-charger iman juga , biar ibadahnya tambah semangat, istiqomah nya bener-bener. maka dari itu aku suka ngestalkin akun orang-orang yang suka menyelimpkan dakwah nya lewat kata. 
nah, setelah baca beberapa artikel terus nemu hadist kek gini

Setiap persendian tubuh atau ruas tulang, harus ada sedekahnya. Dan Allah cukupkan dengan shalat sunnah dhuha 2 rokaat.
. Mengingatkan diri bahwa jika tidak karena Rahmat Allah, Kasih Sayang Allah, maka “keharusan” bayar itu ga akan ada yang sanggup. Secara ruas itu aja ada 360. Belom lagi aliran darah, jaringan syaraf, tulangnya itu sendiri, daging yang membungkus tulang, panca indera, seluruhnya … mata, telinga, hidung, mulut, dan lain-lain … termasuk juga sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem peredaran darah …ga keitung. Sekedar satu kedipan mata, atau satu kali buang angin, apalagi buang air kecil dan besar, harusnya dah ga keitung.
Allah bilang, jika kita menghitung nikmat Allah, ga bakal bisa keitung. Laa tuhshuuhaa, begitu firman Allah, “Ga bakal kalian bisa hitung.”
Apa yang kita lakukan bila kita dibayar perusahaan setelah bekerja sebulan? Atau dibayarcustomer, pelanggan, pembeli atas layanan kita? Kita dibayar lantas kita berterima kasih. Lalu mengapa Allah yang DIA-lah al Hayyu al Qoyyuum, Yang Maha Hidup, Lagi Mengurus Hamba-Nya, laa sinatuw-walaa naum, Ga tidur-tidur, ga istirahat-istirahat, dalam mengurus kita, dan seluruh makhluk-Nya yang pasti kait terkait, lalu bisa kita lupakan?
Alangkah kufurnya kita. Alangkah juga pelitnya kita. Masa ga mau menegakkan shalat tambahan 2 rokaat di pagi hari sebagai tanda syukur kita juga.
Hutang badan kudu dibayar. Jangan sampe badan menagih, dan jangan sampe Allah yang menagih. Bisa repot urusannya.~Yusuf_Mansur

Punya seabrek kegiatan di dalam keseharian aktivitas kita, hendaknya jangan melupakan bahwa kita punya “Hutang Badan” kepada Allah.
Tagihannya harian.
Namanya hutang. Kalo ga dibayar, ya ditagih.
Allah “ngecas” kita. Ada bayarannya terhadap semua nikmat Allah. Bukan hanya terhadap badan sebenernya. Tapi terhadap semua nikmat yang sejatinya kalau bener-bener dicas, ga ada hamba-Nya yang bisa bayar.
Jalan tol aja bayar.
Saya pernah baca di Surat Kabar Nasional, ada yang protes. Beliau masuk tol dari depan kantornya. Untuk menghindari kemacetan. Dan langsung keluar di exit tol berikutnya. Pendek. Tapi cas nya sama. Rp. 8.500,-. Beliau teriak. Katanya, ga adil.
Nah … kita ini mendiami bumi-Nya? Kudunya kan bayar.
Dikasih fasilitas, lagi. Kurang apa baiknya Allah. Belum lagi badan yang kita gunakan, dengan seluruh anggota badannya.
Kayak gimana hutang badan kita? Dan sejauh apa tumpukan hutang kita ternyata.
Dengan segala Kasih Sayang Allah, “bayaran” nya ternyata cukup ringan. “Hanya” 2 rokaat dhuha saban harinya. Itu pun kalo dikerjakan, ada tambahan pahala dan kebaikan yang gila-gilaan gedenya.
Udah diringanin begitu, ternyata banyak yang ga bayar. Kelewatan kan? Dhuha 2 rokaat sebagai “kewajiban”, meski ia sunnah, banyak yang lalai dari membayar. Jika sehari 2 rokaat? Setahun? 720 rokaat loh hutangnya. 10 tahun? 7200 rokaat. Gimana nebusnya coba?~ ust YM

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...