Bismillah
lama kata-kataku tak bercerita, kali ini aku ingin kembali menyapa kalian semua dengan sebuah kisah dari perjalanan ku. bukan, bukan perjalananku , tapi perjalanan para pengemban amanah dakwah. (weshhh...)
kami, adalah holaqoh kecil dari sebuah organisasi islam, disekolah kami. kelompok yang menamai holaqohnya bidadari-bidadari surga, emh entah mungkin terlalu muluk nama itu, tapi disitu ada banyak harap yang terselip, sebuah keinginan untuk menjadi bidadari sebagaimna halnya perhiasan dunia, dan juga bidadari yang menghuni indahnya jannah.
kita beranggotakan 11 orang, yang terdiri dari 3 anak dari baur dakwah islam salah satunya saya. 6 anak dari baur al-faqih, dan sisanya dari baur litbang.
holaqoh kami itu adalah salah satu bentukan dari progam kerja baurku, baur dakwah islam selain memprogam beberapa event besar islam di sekolah, juga bertanggung jawab akan jalannya dakwah buat kami para anggota rohis, sebab itu kami sengaja membagi-bagi anggota dalam beberapa holaqoh mentoring, yang setiap holaqohnya ada mentor pembinbing. nah, tujuan dari mentoring ini ialah untuk men-charger iman yang kadang sering naik turun, menambah ilmu pengetahuan tentang islam, sebagai forum diskusi dan lain sebagainya.
ah, sudah prolognya terlalu panjang...
senin adalah hari yang kami tentukan untuk jadwal rutin mingguan bermajlis. dan ini adalah senin yang kesekian kalinya kami berkumpul, jarang lengkap memang, sebab bermajlis seperti ini di tengah-tengah kesibukan menjadi anak SMA dengan tugas yang sebregk banyaknya.. butuh sebuah keistiqomahan yang luarbiasa, biasanya kami berkumpul diteras musola, tapi kali ini, kita akan bermajlis dirumah bunda Afit mentor pembimbing kami, lagi-lagi anggota kami tak lengkap, ada dua anak yang berhalangan hadir, dan tapi alhamdulilah digantikan oleh dua orang temanku.
langsung saja setelah semua berkumpul, acara segera dimulai. lagi-lagi aku jadi pembawa acara mentoringnya, dan mba vera (salah satu anggota kami) yang dapat bagian mengisi kultum. ada yang menarik disini, ketika Vera menyampaikan kultumnya. sebenarnya tak banyak yang disampaikan oleh Vera hanya sebuah hadist saja. tapi itu mampu membuat kami semua tertunduk bahkan menangis.
kurang lebih seperti ini yang disampaikan Vera
kala itu Rasulullah menceritakan tentang keimanan ‘ikhwan’ baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya Rasulullah.
"Malaikat," jawab sahabat.
"Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah. Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, " Para nabi."
"Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka."
"Mungkin kami," celah seorang sahabat.
"Bagaimana kamu tidak beriman, sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu.
"Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.
"Kalau kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.
"Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu. Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu.
vera, masih dalam keadaan terisak saat menyelesaikan kultum singkatnya. masya Alloh... beberapa isak tangis juga terlihat diwajah teman-teman ku. ini memang sebuah kisah sederhana yang disamapikan Vera, tapi vera menyampaikan benar-benar dari hatinya yang juga sangat dipenuhi rindu pada manusia yang paling mulia Rosululloh Sholallohu 'alaihi wasalam. maka benar, sesuatu yang disampaikan dari hati juga kan sampai pada hati. semoga kami senantiasa menjadi ummatnya, yang merindukan rosulNya, dan dirindui oleh rosulNya pula.
acara berlanjut, kali ini bunda Afit yang menyampaikan materinya. Bundaku yang satu ini selain mempunyai paras layaknya bidadari juga mempunyai banyak sekali ilmu yang bisa dibagi. aku selalu suka penyampaian dari bunda, tetap dengan karakter lembutnya, kata-kata nya yang terangkai juga indah, kali ini materi yang disampaikan bunda tentang seruan untuk tetap menjadi kader pejuang islam, bagaimana menjadi generasi harapan, juga tentang pentingnya menjaga ukhuwah. walau beberapa kali titih (anak bunda) agak rewel, tapi bunda tetap selalu bisa menanganinya dengan penuh sabar. mungkin seraya mengisi mentoring, juga secara tak langsung mengajari kami ini loh, jadi seorang ibu itu repotnya gini, harus sabar selalu :v
bunda selesai menyampaikan materinya, di lanjut oleh Bu Suhartini, ibunya bunda, jadi mbahnya kita hee. jangan salah, walaupun udah di paggil mbah. bu har ini mempunyai semnagat yang tak kalah menggeloranya layaknya seorang dengan usia yang masih belia. terlihat sekali dari penyampainnya yang amat bersemangat, mencerminkan hidupnya yang penuh dengan asa, kemauan-kemauan yang kuat, juga pencapaian-pecapaian dari rangkai mimpinya. walau sebenarnya fisiknya tak sempurna, sebab ada sebuah penyakit yang terus menggrogoti kakinya. beliau menceritakan perjalanan panjang beliau dalam menempuh perjuangan hidup. sungguh sangat luarbiasa, saat semangat dan keinginan yang kuat mampu mengalahkan rasa sakit dan keterbatasan.
ada quote dari bu har. "aku memang tidak sempurna, tapi aku bisa mencintainya yang juga tidak sempurna dengan sempurna" itu quote romantiz bu har buat suaminya hee
juga ada tips kaya yang di bagi bu har
yang pertama maksimalkan potensi yang kita punya, maksimalkan waktu yang ada, banyak berdoa, dan berinfaq. nah itu saran yang diberi bu har supaya cepat kaya. boleh dicoba kok, sangat dianjurkan malah.
acara terakhir, kita diajarin buat bros dari pita. nah bunda Afit ini jago banget klo soal buat beginian, sering terima pesanan sovenir pernikahan juga. yah, lumayan dapat ilmu buat berbisnis hee. ya walaupun untuk hasil perdana pembuatan bros ini, hasilku masih ala kadarnya, belum layak jual, tapi setidaknya aku sudah mencoba.
Dan harus banyak-banyak berlatih memang
eh ini bonus pap
sobat....
moga tangann ini kan terus tergenggam
bibir yang kan terus tulus merekahkan senyum
persahabatan yang ada moga kan selalu tertanam
walau jarak yang terbentang takakan pernah tenggelam....
kita bertemu karena Alloh, untuk Alloh juga demi Alloh
semoga dikumpulkan lagi dalam jannah
lama kata-kataku tak bercerita, kali ini aku ingin kembali menyapa kalian semua dengan sebuah kisah dari perjalanan ku. bukan, bukan perjalananku , tapi perjalanan para pengemban amanah dakwah. (weshhh...)
kami, adalah holaqoh kecil dari sebuah organisasi islam, disekolah kami. kelompok yang menamai holaqohnya bidadari-bidadari surga, emh entah mungkin terlalu muluk nama itu, tapi disitu ada banyak harap yang terselip, sebuah keinginan untuk menjadi bidadari sebagaimna halnya perhiasan dunia, dan juga bidadari yang menghuni indahnya jannah.
kita beranggotakan 11 orang, yang terdiri dari 3 anak dari baur dakwah islam salah satunya saya. 6 anak dari baur al-faqih, dan sisanya dari baur litbang.
holaqoh kami itu adalah salah satu bentukan dari progam kerja baurku, baur dakwah islam selain memprogam beberapa event besar islam di sekolah, juga bertanggung jawab akan jalannya dakwah buat kami para anggota rohis, sebab itu kami sengaja membagi-bagi anggota dalam beberapa holaqoh mentoring, yang setiap holaqohnya ada mentor pembinbing. nah, tujuan dari mentoring ini ialah untuk men-charger iman yang kadang sering naik turun, menambah ilmu pengetahuan tentang islam, sebagai forum diskusi dan lain sebagainya.
ah, sudah prolognya terlalu panjang...
senin adalah hari yang kami tentukan untuk jadwal rutin mingguan bermajlis. dan ini adalah senin yang kesekian kalinya kami berkumpul, jarang lengkap memang, sebab bermajlis seperti ini di tengah-tengah kesibukan menjadi anak SMA dengan tugas yang sebregk banyaknya.. butuh sebuah keistiqomahan yang luarbiasa, biasanya kami berkumpul diteras musola, tapi kali ini, kita akan bermajlis dirumah bunda Afit mentor pembimbing kami, lagi-lagi anggota kami tak lengkap, ada dua anak yang berhalangan hadir, dan tapi alhamdulilah digantikan oleh dua orang temanku.
langsung saja setelah semua berkumpul, acara segera dimulai. lagi-lagi aku jadi pembawa acara mentoringnya, dan mba vera (salah satu anggota kami) yang dapat bagian mengisi kultum. ada yang menarik disini, ketika Vera menyampaikan kultumnya. sebenarnya tak banyak yang disampaikan oleh Vera hanya sebuah hadist saja. tapi itu mampu membuat kami semua tertunduk bahkan menangis.
kurang lebih seperti ini yang disampaikan Vera
kala itu Rasulullah menceritakan tentang keimanan ‘ikhwan’ baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya Rasulullah.
tiba-tiba di bagian ini Vera terdiam, cukup lama, membuat kami menunggu. lalu dia terisak, masih dalam isaknya ia melanjutkan kalimatnya
vera, masih dalam keadaan terisak saat menyelesaikan kultum singkatnya. masya Alloh... beberapa isak tangis juga terlihat diwajah teman-teman ku. ini memang sebuah kisah sederhana yang disamapikan Vera, tapi vera menyampaikan benar-benar dari hatinya yang juga sangat dipenuhi rindu pada manusia yang paling mulia Rosululloh Sholallohu 'alaihi wasalam. maka benar, sesuatu yang disampaikan dari hati juga kan sampai pada hati. semoga kami senantiasa menjadi ummatnya, yang merindukan rosulNya, dan dirindui oleh rosulNya pula.
acara berlanjut, kali ini bunda Afit yang menyampaikan materinya. Bundaku yang satu ini selain mempunyai paras layaknya bidadari juga mempunyai banyak sekali ilmu yang bisa dibagi. aku selalu suka penyampaian dari bunda, tetap dengan karakter lembutnya, kata-kata nya yang terangkai juga indah, kali ini materi yang disampaikan bunda tentang seruan untuk tetap menjadi kader pejuang islam, bagaimana menjadi generasi harapan, juga tentang pentingnya menjaga ukhuwah. walau beberapa kali titih (anak bunda) agak rewel, tapi bunda tetap selalu bisa menanganinya dengan penuh sabar. mungkin seraya mengisi mentoring, juga secara tak langsung mengajari kami ini loh, jadi seorang ibu itu repotnya gini, harus sabar selalu :v
bunda selesai menyampaikan materinya, di lanjut oleh Bu Suhartini, ibunya bunda, jadi mbahnya kita hee. jangan salah, walaupun udah di paggil mbah. bu har ini mempunyai semnagat yang tak kalah menggeloranya layaknya seorang dengan usia yang masih belia. terlihat sekali dari penyampainnya yang amat bersemangat, mencerminkan hidupnya yang penuh dengan asa, kemauan-kemauan yang kuat, juga pencapaian-pecapaian dari rangkai mimpinya. walau sebenarnya fisiknya tak sempurna, sebab ada sebuah penyakit yang terus menggrogoti kakinya. beliau menceritakan perjalanan panjang beliau dalam menempuh perjuangan hidup. sungguh sangat luarbiasa, saat semangat dan keinginan yang kuat mampu mengalahkan rasa sakit dan keterbatasan.
ada quote dari bu har. "aku memang tidak sempurna, tapi aku bisa mencintainya yang juga tidak sempurna dengan sempurna" itu quote romantiz bu har buat suaminya hee
juga ada tips kaya yang di bagi bu har
yang pertama maksimalkan potensi yang kita punya, maksimalkan waktu yang ada, banyak berdoa, dan berinfaq. nah itu saran yang diberi bu har supaya cepat kaya. boleh dicoba kok, sangat dianjurkan malah.
acara terakhir, kita diajarin buat bros dari pita. nah bunda Afit ini jago banget klo soal buat beginian, sering terima pesanan sovenir pernikahan juga. yah, lumayan dapat ilmu buat berbisnis hee. ya walaupun untuk hasil perdana pembuatan bros ini, hasilku masih ala kadarnya, belum layak jual, tapi setidaknya aku sudah mencoba.
Dan harus banyak-banyak berlatih memang
eh ini bonus pap
sobat....
moga tangann ini kan terus tergenggam
bibir yang kan terus tulus merekahkan senyum
persahabatan yang ada moga kan selalu tertanam
walau jarak yang terbentang takakan pernah tenggelam....
kita bertemu karena Alloh, untuk Alloh juga demi Alloh
semoga dikumpulkan lagi dalam jannah






Komentar
Posting Komentar