Langsung ke konten utama

KARENA LUKA BUTUH JEDA

ukhti
aku mengerti.
masalah hati
memang tak sesederhana kata
apalagi soal luka

tak apa jika kau ingin menangis
menangislah....
walau aku tahu airmata dihatimu jauh lebih deras
dari pada air mata di matamu

seperti halnya juga lukamu
kau mungkin bisa menipu orang lain
dengan senyum dan tawa mu...
tapi kau tak bisa menipu dirimu sendiri, bukan?

aku mengerti
kau  bahkan berungkali menghibur diri
bahwa kelak nanti akan datang seseorang yang lebih baik darinya,
kau juga berusaha menguatkan hati, bahwa apa yang telah ditakdirkan diantara kalian
itulah yang terbaik
kau meyakinkan diri, bahwa bukan ia yang akan menyempurnakan  separuh dienmu

entahlah..
apakah semua itu membuat lukamu menjadi sembuh seketika
apakah itu akan membuat hatimu kembali baik-baik saja
kurasa tidak
seberapa keras kau mengibur hatimu
ia masih saja tetap perih, bukan?
seberapa kuat kamu mengingkari
hatimu tetap tak bisa berbohong
bahwa masih ada sisa sisa luka disana
kau bahkan masih diam-diam suka menangis

kau tahu kenapa?

sebab luka juga butuh jeda

biarkan perih itu terasa
biarlah luka itu menganga
kau bisa paksakan bibirmu untuk tetap tersenyum
tapi kau tak bisa paksakan hatimu
biarkan ia menangis
merasakan semua gores yang telah ia torehkan
lambat laun kau akan menyadari
ada kekuatan baru yang tumbuh ditengah-tengah luka itu
ada kedewasaan yang terbit diantara rasa sakit yang kau rasa
ada ketaatan yang semakin melekat
bukankah sejak adanya luka itu
sujudmu menjadi lebih panjang
dzikirmu menjadi berlimpah
kau lebih ketat lagi menjaga hatimu
sebab kau tak kan membiarkan luka untuk kedua kalinya

mungkin itu alasan Alloh mengirim luka itu

move up ukh..


dari hati yang mungkin masih luka
stya rahma
12 september 2016










Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...