Langsung ke konten utama

PUISI CINTA ABI

Malam semua, mungkin ditempatmu matahari sedang terang bersinar, sapaan ku tadi aku sampaikan agar kau tahu, saat ini aku sedang berada dibawah langit malam, dengan deras hujan yang menjadi bumbu kerinduan (ya, walau aku tahu itu tidak penting). malam ini, aku tak sengaja menemukan secarik tulisan abi, seseorang yang telah menurunkan bakat alami untuk menulis kepada anak-anaknya (emhh bisa jadi begitu, aku hanya asal menarik kesimpulam), dan entah kenapa saat membaca puisi yang satu ini rasanya ingin sekali menangis... mungkin karena rindu bercampur baper
apakah kelak kau juga akan membuatkan puisi untukku ~eyh.. apaan sih.. lupakan~~~




Mi…..
Menatap wajahmu, membuat rasaku luruh tak berdaya
 Ada perasaan damai, bahagia dan sedih
 Damai karena teduh sorot matamu mendinginkan amarah dan ambisi
 Yang kadang membuat aku lupa diri
 Bahagia karena merdu dan lembut kata katamu slalu menetramkan hatiku
 Membuat api semangat yang hampir padam menyala kembali
 Sedih karena semakin banyak janji janjiku yang tak bisa kupenuhi
 Walau kau slalu bilang, hidup ini toh hanya berusaha, berdoa, menerima dan menjalani.
 Masih ku ingat waktu nikah dulu, begitu sederhana bahkan terlalu sederhana
 tanpa cincin dan berlian, hanya seperangkat alat sholat sebagai mas kawin
 Tanpa dekor,Tanpa acara dan Tanpa pesta yang meriah
 “ Ndak apa apa tanpa pengajian, cukup khotbah nikahnya diperpanjang”
 Katamu pelan padaku, waktu itu

Mi…..
Menatap wajahmu, membuatku rasaku luruh tak berdaya
Ada perasaan damai, bahagia dan sedih
Ketika aku sakit kamu pasti slalu memijitku
“ Mas... aktifis ndak boleh sakit.... “ katamu sambil terus memijitku
dan kamu terus memijitku, sampai aku tertidur dan melupakan ketidak adilan di negri ini.

Kesumba,
Ketika musim tak lagi pasti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...