Langsung ke konten utama

KADO KECIL UNTUK HAKIM


Doa kedua yang terjawab
Pejuang yang kudambakan
aku cuma tersenyum ketika kamu berkata
" Bosan membaca, bikin ngantuk "
kemudian kamu ambil kuas dan kanfas
atau membongkar apapun yang kamu pingin bongkar

Nak ....
Proses kreatifitas memang tak semua hadiir
dari bacaan yang kadang memang sempit dan membatasi
Ilmu bukan hanya bisa diambil dari deretan kata dan huruf
Ia bertebaran dialam dan kamu perlu merangkainya dalam bait dan kalimat
agar abi bisa membacanya.

PUISI dari abi buat ananda Hakim


sebelumnya barokalloh fii umrik buat adiku yang kini usianya sudah genap memasuki 16 tahun. 
16 tahun yang tak mudah, 16 tahun yang pasti penuh rintangan, 16 tahun yang penuh cerita. ah, masih ingat sekali kala dulu saat usia kita masih kanak-kanak, kau adalah sosok adik yang menyebalkan, aku sering memearahimu, sebal melihat tingkahmu yang amat pemalu, penakut, gak tegas, kau dulu sering merengek minta ditemani ke kamar kecil, saat itu aku selalu menggerutu, "hih, jadi anak cowo, kok penakut!", dan setelah itu, bukannya menemanimu sampai selse keluar dari kamar kecil, malah iseng menakut-nakutimu lalu diam-diam pergi. setelah itu kamu menangis dan mengadu ke ummi, bilang kalau mba Rahma nakal. dan betapa berbedanya sekarang aku melihatmu, tumbuh menjadi seorang laki-laki tangguh, penuh akan harapan, dan semangat. bukan hakim yang pemalu seperti dulu, tapi hakim yang gagah yang siap menebar kebenaran, baik lewat kata maupun lisan.

beranjak beberapa tahun, kita tumbuh selayaknya anak-anak yang lain. mamasuki masa-masa sekolah dasar yang penuh cerita. kita berdua memang kakak adik, tapi tak banyak kemiripan yang berarti dalam diri kami. saat itu aku tumbuh menjadi anak yang rajin belajar, sangat peduli akan semua nilai-nilaiku, menyukai hampir tiap mata pelajaran, yang mengantarkanku, pada peringkat-peringkat gemilang saat di sekolah dasar, dan itu berlanjut sampai sekolah menengah pertama (jangan tanya masa SMA ku,  ia sedikit kelam, dan buram), dengan bangganya aku memperlihatkan nilai-nilai raporku ke Abi dan Ummi, aku bisa melihat saat kau itu kau sebal sekali dengan tingkahku, karena aku tahu peringkatmu tak terlalu baik, kau tak betah berlama-lama belajar, menatap deretan angka, menghafal rumus-rumus, aku tahu kau tak suka itu, aku bahkan selalu memarahimu, saat melihat nilai-nilaimu yang mengenaskan, padahal ummi, abi sama sekali gak pernah mempermasalahkan nilai. dan aku baru tersadar setelah beberapa tahun kemudian, tentang hakikat belajr yang bukan hanya melulu soal nilai. 
kau saat itu membalas tingkahku bukan dengan angka-angka yang lebih bagus, tapi jauh lebih membanggakan dari hanya sekedar peringkat di kelas, kau membalasku, dengan memamerkan piala-piala kejuaraan mu dalam hal melukis, menggabar, dsb, yang entah jumlahnya sudah belasan lebih mungkin, dan saat itu kau dengan puas nya berkata. "mana, mba pialamu?" jleb......
kau tahu kim, saat itu betapa bahagianya wajah ummi, saat kau pulang membawa piala-piala itu, ah mba rindu kim.. ummi berkali-kali membanggakanmu dimana-mana, di depan tetangga, teman-temannya, bercerita lebih banyak, tentangmu.


ah, sudah membahas masa kecil kita, nanti tak ada habisnya bukan. oh, ya benar sekali apa yang dikatakan abi dalam puisinya untukmu, enam tahun lalu, kau benar-benar menuliskannya dalam bait kata yang berbuah karya. 

kim, mba yakin suatau saat nanti, kau akan menjadi orang yang sukses, 
mba hanya berpesan untuk tetatplah rendah hati, seberapa besar engaku nanti, seberapa berhasil engakau, jangan pernah ada kesombongan sedikitpun, karena sejatinya semua hanyalah titipan, termasuk umur kita yang sekarang.
hakikatnya semakin hari jatah waktu kita semakin menipis, dan entah sampai kapan ia akan habis
tugas kita bukan untuk mencari tahu sampai kapan habis masa kita ..
bukan, bukan untuk itu, bahkan kita tak sedikitpun bisa mengintip ketentuanNya
terus berusaha yang terbaik, mempersiapkan semua sedini mungkin. dan sebanyak mungkin ..
setidaknya kehiduapan ini telah mengajari banyak hal,
semoga di usia mu yang tengah menginjak remaja ini, kedewasaan itu semakin bertambah, pemahaman-pemahaman tentang hidup dapat kau trima dengan baik, terus hidup dalam goresan karyamu, dan lebih dari itu semua yang terpenting adalah truslah menjadi pribadi yang sholeh senantiasa bisa memberikan manfaat untuk orang lain, terutama umat ini.
kau adiku yang paling aku andalkan kim..
, semoga esok kita dikumpulkan jua dalam Indahnya jannah, bersama ummi, Mbah kakakung, Mbah putri dan semua orang2 yang kita cintai :)
dan untuk sementara ini kesabaran, keikhlasan juga ketegaran iman kita memang sedang di uji, sedang disuruh berkerja lebih ekstra. semangat mas! doa mba selalu ada buat adik-adik mba...
barokalloh fi umrik mas hakim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BE A MUSLIM TEENAGER!

Be A Muslim Teenager! Remaja adalah masa yang indah masa yang penuh dengan pernak- penik kehidupan. Penggalian potensi diri juga akan semakin terlihat. Tapi hati-hati dengan masa remaja mu, karena salah jalan saja sudah bisa membuat masa depanmu terancam. Karena bagaimana nanti kamu dimasa depan, adalah bagaimna kamu menjalani masa mudamu. Jangan pernah sia-siakan masa yang ada sebab   nantinya   kita akan ditanya oleh Nya. Bagaimana kita mengisinya dan dihabiskan untuk apa umur kita? , sebuah hadist mengatakan. “Tidak beranjak kaki anak Adam dari hadapan Allah hingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa? tentang usia mudanya, diisi dengan apa? tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”(HR At Tirmidzi). Nah, apa yang akan kalian jawab nanti. Tentu saja jika mulut yang menjawab pasti akan terlontar kata-kata yang manis. Tapi bukan mulut, yang akan menjawab melainkan semua ang...

BELAJAR???!@#$%&

BELAJAR????? Arrghhh.... malas sekali sepertinya mendengar kata itu, aku sepertinya memang sudah terlalu nyaman dengan dua minggu liburan ya dua minggu telah usai berlalu,, saat nya kembli ke sekolah, melakukan rutinitas seperti biasa. berangkat pagi, belajar pulang sore, tugas dan ulangan. siap-siap kembali menyapa rumus2 fisika, deretan angka matematika, sebrek hafalan tentang biologi, mengungkit masa lalu dalam sejarah, juga berkutat dengan unsur-unsruk kimia.. mendengarkannya saja sudah membuatku sebal.. tapi kawan liburan kali ini membuatku untuk kembali merenungkan semua, menyesali sikpaku setangh tahun terakhir, menyadarkan dari pola pikirku tentang belajar.   mungkin bukan hanya aku, yang menilai belajar itu membosankan, tak enak, menyusahkan juga memusingkan. apa gunanya coba, menghitung kecepatan boneka jatuh dari lantai sekian? tegangan tali, katrol, kecepatan sentripental, tnagen, coz, sin... toh tanpaa menghitung semua itu kita bakalan teteap hidup.. apakah...

DON'T TOUCH ME!!

"Mi, (panggilan ane di SMA) tos yuk" ajak salah satu teman ikhwan dikelasku, tangan kananya sudah terangkat siap beradu tos denganku ,sontak aku langsung menolaknya, "GAK!" apa-apaan memangnya dia siapa berani-beraninya ngajak tos bareng.  babeh gua atau kakek gua hah?? " kenapa gak mau? ya udah kita salaman aja ya!" ajak anak ikhwan itu lagi, ih ini anak ngeyel dibilang ane kagak mau ya kagak mau.... aku menggeleng tegas, dan mengalihkan fokusku penuh ke novel yang tengah ku baca. "ih, ummi ma temen kok gitu..., masa gak mau salaman, salaman itu kan katanya menggugurkan dosa mi"(ih, ni anak cowo cerewet banget sih, ni anak agak aneh, bagus lah dah paham klo bersalaman itu menggugurkan dosa. tapi itu khususon buat sesama mahrom aja, klo salamannya kesiapa aja asal genggam, itu mah jadinya menumbuhkan dosa bukan menggugurkannya) " betul, salaman itu menggugurkan dosa, jika itu kau lakukan bersama si Agung (kebetulan ada agung lewat, jad...