membicarakan soal cinta, ah kurasa tak ada habisnya jika persoalan itu kita bahas, selalu saja ada definisi baru, selalu saja ada diksi yang dapat menggambarkan dengan penuh warna, dengan pemahaman-pemahan yang terilhami dari sebuah kisah luka, atau bahagia . sungguh tak akan ada matinya, tak ada basinya selalu saja menjadi perbincangan yang tak redup. selalu saja bisa menjadi daya jual yang laku bagi dunia perfilm-an, hingga dunia dunia tulis menulis. kebyanyakan film atau novel yang bestseller itu juga bergenre tentang cinta. aku bilang kebanyakan ya, tidak semua.
dan akhir-akhir ini perbincangan tentang jodoh semakin menjamur, bertebaran di berbagai media sosial (mungkin sebenarnya hal ini sudah lama terjadi, aku saja yang telat menyadari), disana banyak status-status yang menggambarkan sebuah penantian, tautan-tautan yang berisi seputar cinta, jodoh, rindu dan sebagianya, postingan-postingan foto yang buat baper dengan caption yang gak kalah mbaperinnya. puisi-puisi tentang kesepian, kesendirian, kerinduan, penantian dan hal-hal yang berbau baper lainnya. ( dan aku mungkin termasuk satu dari beribu orang yang ikut meramaikan sosial media dengan hal-hal seperti itu, #tuhgue udah ngaku).
buat orang yang sudah menikah mengupload hal-hal yang berbau seperti itu, misal posting foto berdua bareng pasangan halalnya, saling mengetag puisi satu sama lain di beranda,memajang foto-foto pernikahan mereka dsb.mungkin ada dari beberapa jomblowan dan jomblowati yang sedikit risih melihat postingan-postingan seperti itu, 'hargai donk, perasaan jomblo disini', ya kira-kira seperti itu gerutuannya heee , tapi behusnudzon saja, mungkin itu adalah cara mereka untuk memotivasi teman-teman mereka yang masih nyaman membujang, untuk segera melepas status jomblo, atau untuk mendakwahkan bahwa kebersamaan dalam kehalalan itu jauh lebih indah, atau hanya untuk sekedar berbagi kebahagiaan saja, setelah sekian lama pajang foto-foto di ig sendiri mulu, sekarang udah ada yang bisa diajak foto gandengan jadi ya dipuasin lah eh ehhehe. emh entah, aku belum mengalami hal itu, jadi itu semua hanya hipotesis-hipotesis sederhana dari pengamatanku.
dan si jomblo pun gak mau kalah, sering kali kita juga melihat banyak status-status galau dari mereka yang masih menanti, puisi-puisi berbau rindu akan sosok, yang masih entah siapa, sajak-sajak yang berbicara tentang cinta yang katanya dalam diam dan doa. dan mungkin ada sebagian dari orang yang juga risih, ngeliatnya. 'ya aku tahu jomblo, tapi ya biasa ajalah, gak usah ngepost puisi-puisi galau terus' 'status jomblo gak harus diumumin berkali-kali juga kali -_-' dsb nya. tapi biarlah hati kita memilih untuk berperasangka baik saja. barangkali dengan menulis puisi-puisi itu hati mereka jadi terasa lebih ramai, lebih terhibur dalam kesendirian langkah, karena aku tahu perjuangan dalam penantian itu nda gampang (beraattt.....). mereka juga mungkin ingin menyampaikan bahwa sendiri itu lebih mulia dearipada berdua dalam maksiat.
ini negara demokrasi semua orang bebas mengekspresikan diri. buat yang masih sendiri, tak apa ketika menulis tentang jejak penantianmu, ketika menulis tentang harapan-harapanmu akan sosoknya nanti, itu akan membuat hatimu lebih nyaman, membuatmu lebih mudah untuk istiqomah, tak apa, menulislah, sebab siapa tahu ada orang dibelahan bumi sana yang mengambil banyak hikmah dari gores katamu. hanya ingin sekedar mengingatkan ini juga teruntuk diri ini, supaya jangan samapai doa-doa tentangnya, harapan-harapan akan sosoknya nanti, itu lebih banyak kita tuangkan dalam puisi-puisi diberanda sosmed, ketimbang di curahkan diatas sajadah di sepertigamalam.
toh hidup ini bukan melulu soal jodoh kan, sibukan diri akan banyak hal, lihat dunia ini luas sekali untuk dijelajahi, untuk di gali ilmunya di setiap jengkalnya.
dan bukankah ada yang lebih pasti daripada urusan tentang jodoh, bukankah sudah ada yang jelas menunggu kita, ada yang setia mengintai setiap detik menitnya. lalu mengapa seolah-olah lupa, bahwa mati itu juga pasti.
dan akhir-akhir ini perbincangan tentang jodoh semakin menjamur, bertebaran di berbagai media sosial (mungkin sebenarnya hal ini sudah lama terjadi, aku saja yang telat menyadari), disana banyak status-status yang menggambarkan sebuah penantian, tautan-tautan yang berisi seputar cinta, jodoh, rindu dan sebagianya, postingan-postingan foto yang buat baper dengan caption yang gak kalah mbaperinnya. puisi-puisi tentang kesepian, kesendirian, kerinduan, penantian dan hal-hal yang berbau baper lainnya. ( dan aku mungkin termasuk satu dari beribu orang yang ikut meramaikan sosial media dengan hal-hal seperti itu, #tuhgue udah ngaku).
buat orang yang sudah menikah mengupload hal-hal yang berbau seperti itu, misal posting foto berdua bareng pasangan halalnya, saling mengetag puisi satu sama lain di beranda,memajang foto-foto pernikahan mereka dsb.mungkin ada dari beberapa jomblowan dan jomblowati yang sedikit risih melihat postingan-postingan seperti itu, 'hargai donk, perasaan jomblo disini', ya kira-kira seperti itu gerutuannya heee , tapi behusnudzon saja, mungkin itu adalah cara mereka untuk memotivasi teman-teman mereka yang masih nyaman membujang, untuk segera melepas status jomblo, atau untuk mendakwahkan bahwa kebersamaan dalam kehalalan itu jauh lebih indah, atau hanya untuk sekedar berbagi kebahagiaan saja, setelah sekian lama pajang foto-foto di ig sendiri mulu, sekarang udah ada yang bisa diajak foto gandengan jadi ya dipuasin lah eh ehhehe. emh entah, aku belum mengalami hal itu, jadi itu semua hanya hipotesis-hipotesis sederhana dari pengamatanku.
dan si jomblo pun gak mau kalah, sering kali kita juga melihat banyak status-status galau dari mereka yang masih menanti, puisi-puisi berbau rindu akan sosok, yang masih entah siapa, sajak-sajak yang berbicara tentang cinta yang katanya dalam diam dan doa. dan mungkin ada sebagian dari orang yang juga risih, ngeliatnya. 'ya aku tahu jomblo, tapi ya biasa ajalah, gak usah ngepost puisi-puisi galau terus' 'status jomblo gak harus diumumin berkali-kali juga kali -_-' dsb nya. tapi biarlah hati kita memilih untuk berperasangka baik saja. barangkali dengan menulis puisi-puisi itu hati mereka jadi terasa lebih ramai, lebih terhibur dalam kesendirian langkah, karena aku tahu perjuangan dalam penantian itu nda gampang (beraattt.....). mereka juga mungkin ingin menyampaikan bahwa sendiri itu lebih mulia dearipada berdua dalam maksiat.
ini negara demokrasi semua orang bebas mengekspresikan diri. buat yang masih sendiri, tak apa ketika menulis tentang jejak penantianmu, ketika menulis tentang harapan-harapanmu akan sosoknya nanti, itu akan membuat hatimu lebih nyaman, membuatmu lebih mudah untuk istiqomah, tak apa, menulislah, sebab siapa tahu ada orang dibelahan bumi sana yang mengambil banyak hikmah dari gores katamu. hanya ingin sekedar mengingatkan ini juga teruntuk diri ini, supaya jangan samapai doa-doa tentangnya, harapan-harapan akan sosoknya nanti, itu lebih banyak kita tuangkan dalam puisi-puisi diberanda sosmed, ketimbang di curahkan diatas sajadah di sepertigamalam.
toh hidup ini bukan melulu soal jodoh kan, sibukan diri akan banyak hal, lihat dunia ini luas sekali untuk dijelajahi, untuk di gali ilmunya di setiap jengkalnya.
dan bukankah ada yang lebih pasti daripada urusan tentang jodoh, bukankah sudah ada yang jelas menunggu kita, ada yang setia mengintai setiap detik menitnya. lalu mengapa seolah-olah lupa, bahwa mati itu juga pasti.
Komentar
Posting Komentar