dalam buai sunyi aku tertunduk pilu
tergugu bersama peliknya asa
dalamnya rasa telah tergali
bersama harap yang terus terangkai
tapi semua hanyalah fana
yang berujung pada luka hati nan perih
padahal dulu indah dan bahagia
kini hanya menyisakan kisah dalam kenang
maafkan
karena coret tintanku
telah berani terasir di lembarmu
mengguratkan lika-liku goresan penuh warna
menyisakan cerita kenangan yang terngiang
maafkan
karena rinduku telah lancang mengampiri sosokumu
menimbulkan noda pada setitik rasa yang harusnya dijaga
menumbuhkan harap yang tak lagi biasa
aku terbujuk untuk terus percaya
akan bisikan yang menelusup pada hati
maafkan
karena geming suaraku sempat mengisi melodi nyanyianmu
mengalun diderap langkahmu
terselip disela canda dan tawa mu
maafkan aku
telah melukiskan kenangan dilembarmu
merendra harap dan rindu pada sosokmu
ikut bernada dalam senandungmu....
maafkan....
seharusnya...
aku tetap tertunduk dalam diam
menjaga dalam-dalam
berdoa di hening malam
pasrahkan rasa yang bermayam
pada sang pemilik alam
seharusnya...
tak perlu ada canda diantara kita
janji janji kebahagiaan tak perlu kau kata
ia kan datang sendri dengan segala takdir Nya
tak perlu ada sapa
jika ia hanya merusak penjagaann rasa
biarlah
kini kita terdiam
sibuk dalam muhasabah masing-masing
tak usah ada ikatan
tak perlu lagi saling menunggu
yang ada kita harus belajr saling melepaskan
belajar ikhlas menerima setiap ketentuan takdirNya
diam, tapi sibuk dalam perbaikan diri
~stya rahma~
tergugu bersama peliknya asa
dalamnya rasa telah tergali
bersama harap yang terus terangkai
tapi semua hanyalah fana
yang berujung pada luka hati nan perih
padahal dulu indah dan bahagia
kini hanya menyisakan kisah dalam kenang
maafkan
karena coret tintanku
telah berani terasir di lembarmu
mengguratkan lika-liku goresan penuh warna
menyisakan cerita kenangan yang terngiang
maafkan
karena rinduku telah lancang mengampiri sosokumu
menimbulkan noda pada setitik rasa yang harusnya dijaga
menumbuhkan harap yang tak lagi biasa
aku terbujuk untuk terus percaya
akan bisikan yang menelusup pada hati
maafkan
karena geming suaraku sempat mengisi melodi nyanyianmu
mengalun diderap langkahmu
terselip disela canda dan tawa mu
maafkan aku
telah melukiskan kenangan dilembarmu
merendra harap dan rindu pada sosokmu
ikut bernada dalam senandungmu....
maafkan....
seharusnya...
aku tetap tertunduk dalam diam
menjaga dalam-dalam
berdoa di hening malam
pasrahkan rasa yang bermayam
pada sang pemilik alam
seharusnya...
tak perlu ada canda diantara kita
janji janji kebahagiaan tak perlu kau kata
ia kan datang sendri dengan segala takdir Nya
tak perlu ada sapa
jika ia hanya merusak penjagaann rasa
biarlah
kini kita terdiam
sibuk dalam muhasabah masing-masing
tak usah ada ikatan
tak perlu lagi saling menunggu
yang ada kita harus belajr saling melepaskan
belajar ikhlas menerima setiap ketentuan takdirNya
diam, tapi sibuk dalam perbaikan diri
~stya rahma~

subahanalloh....
BalasHapussemoga antum benar2 bisa mengaplikasikan mahabbah pada tempatnya. karena cinta-Nya, kasih-Nya, dan sayang-Nya lebih NYATA.....